Home » Food Story, Tourism » Jangan Lupa Wedang Gedhang Kaliadem

Jangan Lupa Wedang Gedhang Kaliadem

Jika punya rencana liburan akhir tahun ke Yogya dan sekitarnya, jangan lupa mampirlah ke wisata Lava Tour Kaliadem di Desa Kaliadem, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Selain udara yang sejuk dengan angin lembah yang beputar-putar, Anda bisa menikmati pemandangan alam hijau khas lereng Merapi. Bahkan jika udara sedang cerah dan tidak berkabut, Anda bisa menikmati pesona puncak Merapi yang anggun.

Anda juga bisa merasakan tinggal untuk beberapa menit di dalam bunker penyelamatan dan membayangkan betapa dahsyatnya terjangan lava hasil letusan pada 14 Juni 2006 lalu. Gundukan bekas lava setinggi tiga meter menjadi bukti kedahsyatan itu. Juga sisa bangunan yang menyembul di antara timbunan bekas lava dan bongkahan batu yang terserak di sejumah lokasi.

Nah, jika sudah sampai Kaliadem, jangan lupa nikmati hangatnya Wedang Gedhang. Menurut para pemilik warung, wedang gedhang adalah minuman khas Kaliadem sejak puluhan tahun lalu.

Wedang gedhang sebenarnya sama saja dengan wedang jahe yang bisa ditemukan di banyak tempat, tetapi di Kaliadem wedang jahe ditaburi irisan tipis-tipis buah pisang (dalam bahasa Jawa disebut gedhang) ambon. Jadilah wedang gedhang khas Kaliadem. Harganya murah kok, hanya Rp 3.000 per gelas.

Selain wedang gedhang, buah pisang juga bisa menjadi pilihan untuk oleh-oleh dari Kaliadem. Pisang ambon dan pisang rajanya besar-besar, dan harganya juga termasuk murah untuk ukuran orang Jakarta atau kota-kota besar lainnya.

Untuk mencapai Kaliadem, jika Anda membawa kendaraan pribadi, dari Yogya naiklah ke arah Kaliurang. Selepas Pakem dan sebelum sampai ke kampus UII, ada petunjuk ke Lava Tour Kaliadem.

Anda tinggal belok kanan dan terus mengikuti jalur itu sampai ada pos pemungutan retribusi wisata Kalikuning. Setelah membayar tiket Rp 2.000 per orang, silakan Anda terus naik dan ikuti petunjuk Lava Tour sampai Kaliadem.

Perjalanan menuju lokasi itu juga menarik, karena Anda akan melintasi jembatan kokoh pengendali lava yang seolah menjadi bendungan untuk sungai-sungai kecil jalur lava.

Sumber Kompas


Hasil dari Google:


Baca juga:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Dec 24th, 2009 pada kategori Food Story, Tourism. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post