Turnamen Barongsai Piala Gus Dur Digelar April
Turnamen Liong dan Barongsai Piala Gus Dur bakal digelar April mendatang bertepatan dengan 100 hari wafatnya tokoh bangsa itu, April mendatang.
Ketua Persatuan Liong dan Barongsai Indonesia (PLBSI) DKI Jakarta, Ki Kusumo mengatakan, ajang ini sebagai penghormatan terhadap Gus Dur yang dianggap sebagai tokoh yang gigih, tulus, dan berani menanggung risiko dalam memperjuangkan hak-hak kaum minoritas dan orang-orang terpinggirkan.
“Gus Dur merupakan tokoh yang secara konsisten membela Pancasila dan memberikan landasan keagamaan kokoh bagi penegakan ideologi bangsa, sekaligus menghilangkan diskriminasi di antara umat beragama dan kelompok,” tegas Ki Kusumo.
Lebih jauh Ketua PLBSI Se-DKI Jakarta periode 2010-2013 ini menambahkan bahwa Liong dan Barongsai di Indonesia sudah ada sejak ratusan tahun silam. Kemudian tidak bisa ditampilkan saat pemerintahan Orde Baru.
Kesenian yang sekarang digalakkan sebagai bagian dari cabang olah raga tersebut muncul kembali setelah pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Keppres No 14 Tahun 1967 dan menerbitkan Keppres No 6 Tahun 2000 yang mengizinkan Liong dan Barongsai ditampilkan lagi.
“Setelah menunggu puluhan tahun, kami baru mengekspresikan kembali semangat untuk menampilkan jatidiri secara terbuka berupa atraksi Liong dan Barongsai. Dan ini merupakan penantian yang panjang,” tandas Ki Kusumo.
Disamping itu, Turnamen Liong dan Barongsai PLBSI tersebut juga bertujuan untuk melestarikan seni budaya dan menggali potensi serta menjaring bibit-bibit baru olahraga Liong dan Barongsai. Bahkan untuk merangkul semua kalangan, secara bersama-sama memajukan PLBSI.
“Selama ini, masih banyak kelompok-kelompok yang belum tersentuh dan enggan bergabung di bidang seni dan olah raga Liong dan Barongsai. Lewat turnamen yang diadakan PLBSI DKI Jakarta, kami berharap dapat mempersatukan kelompok-kelompok tersebut,” ujar Ki Kusumo.
Ki Kusumo optimis turnamen kali ini bakal dibanjiri peserta. “Target kami, sekitar 100 perkumpulan Liong dan Barongsai dari Jakarta dan daerah akan memeriahkan turnamen tersebut,” pungkasnya.
Source: Inilah
Artikel Terkait:
- Malam ini, Teater Eska tampil di TBY (913 kali)
- Kelompok Art Liberation Front Pameran di Galeri Biasa Suryodiningratan Yogyakarta (737 kali)
- Yuk ke Jogja Dragon Festival… (54 kali)
- Komunitas Tionghoa Solo Ikut Berduka (783 kali)
- Klangenan Jogja 2010, Tampilkan Seni Tradisional Khas Yogya (1179 kali)
- Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2009 (1548 kali)
- (1098 kali)
- Nilai Lokal Jadi Fokus Kode Etik Pariwisata (1042 kali)
- Keunikan Candi Plaosan Diminati Wisatawan (1439 kali)
- Yuk ke Festival Cap Go Meh di PRJ (793 kali)




No comments yet.