Home » News, Tourism » Ups! Jero Wacik, Calon Menteri Tertua

Ups! Jero Wacik, Calon Menteri Tertua

Jero Wacik, yang kemungkinan besar kembali memangku jabatan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, untuk sementara tercatat sebagai menteri tertua dalam daftar calon menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Jero Wacik merupakan calon menteri yang sudah secara resmi dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mengikuti tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Minggu (18/10).

Wacik tercatat menjadi menteri tertua karena lahir pada 24 April 1949 atau berusia 60 tahun 6 bulan. Dia mengaku tidak pernah merasa puas, bahkan hingga akhir masa jabatannya. Dia tidak pernah merasa sukses atas pencapaiannya dalam sejumlah program kebudayaan dan pariwisata.

Menurut Wacik, masih menumpuk pekerjaan rumah yang harus diselesaikan berkenaan dengan dunia kebudayaan dan pariwisata.

Dalam rekam jejaknya sebagai salah satu pembantu presiden periode lalu, sejumlah prestasi baik telah berhasil ditorehkan. Wacik tercatat telah mengambil langkah berani dengan tetap mempertahankan eksistensi lembaga pendidikan di bawah naungan departemennya.

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) di Bandung berhasil dipertahankan sesuai formatnya selama ini. Tidak hanya itu, dia bahkan sukses memasukkan pariwisata dan budaya dalam kurikulum sekolah di wilayah-wilayah tertentu.

Wacik memang terkenal dengan kegigihannya saat mengupayakan sesuatu. Saat banyak pihak meragukan kapasitasnya dalam memimpin Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Wacik tak pernah ciut.

Dia hanya tersenyum menanggapi hal itu untuk kemudian terus melaju dengan berbagai kebijakan untuk mendorong kebudayaan dan pariwisata Tanah Air terus maju.

Lulusan Teknik Mesin ITB dan Fakultas Ekonomi UI itu kerap dicap sebagai menteri yang menganaktirikan sektor kebudayaan dan lebih menonjolkan pembangunan pariwisata.

Demi menjawab hal itu, suami Triesna Wacik tersebut gigih membuktikan keberpihakannya pada dunia budaya Tanah Air. Pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia oleh UNESCO belum lama ini menjadi bukti nyata.

“Tidak cuma batik, pemerintah sudah lebih dulu mendaftarkan keris dan wayang ke UNESCO. Keduanya sudah dikukuhkan oleh lembaga PBB itu,” katanya.

Keris telah lebih dulu dikukuhkan UNESCO pada 2005 dan wayang pun demikian pada 2003.
“Kami akan pilih karya yang menasional dan mendaftarkannya ke UNESCO,” kata Wacik.

Jero Wacik boleh dibilang sosok yang berani mengambil sikap tegas atas sejumlah isu klaim produk budaya oleh negara tetangga, Malaysia.

Kedua negara memang memiliki hubungan yang unik sehingga banyak pihak cenderung berhati-hati untuk bersikap. Namun, Wacik yang sempat menekuni dunia otomotif dan jasa pariwisata itu dengan tegas menyatakan protes keras.

Soal pariwisata, ayah empat anak itu adalah pakarnya. Pengalamannya mengelola tiga perusahaan jasa pariwisata menjadi modal tersendiri untuk menggarap sektor kedua terbesar penyumbang PDB Tanah Air. Pantas bila kemudian pencapaiannya di sektor pariwisata sanggup mencatat rekor yang belum pernah dicapai pendahulunya selama ini.

Pada 2008, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai lebih dari 6,4 juta dengan total devisa melampaui angka 7,5 juta dollar AS. Angka itu merupakan jumlah kunjungan wisman terbesar dalam 20 tahun terakhir.

Adapun pada 2009, target kunjungan yang ditetapkan 6,4 juta wisman dipastikan akan terlampaui hingga tutup tahun sehingga tahun 2010 akan menjadi penanda dinaikkannya target kunjungan menjadi 7 juta wisman sepanjang tahun.

Sumber Antara


Artikel Terkait:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Oct 18th, 2009 pada kategori News, Tourism. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post