Turis Senang, Tukang Becak Pun Senang
Alat transportasi lokal selalu menarik bagi wisatawan. Mereka pasti ingin untuk mencicipi bagaimana rasanya. Itulah yang terjadi ketika rombongan turis Eropa mengunjungi Makassar awal pekan ini.
Kapal pesiar asal Italia Costa Allegra yang merapat di dermaga Pelabuhan Soekarno-Hatta membawa 820 orang wisatawan dari beberapa negara di Eropa dengan jumlah crew kapal sekitar 410 orang. Sebagian dari mereka turun ke darat dan mengunjungi Benteng Fort Rotterdam Makassar.
Di tengah kunjungan, sejumlah wisatawan tertarik dengan becak yang banyak ditemukan di sekitar kawasan benteng. Sejumlah becak memang sehari-hari mangkal di sana. Tanpa banyak cingcong terjadilah iring-iringan panjang becak mengangkut para turis Eropa keliling memutari benteng.
Ratusan wisatawan asal Eropa itu mengunjungi Benteng Fort Rotterdam ditemani Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar Eddy Kosasih Parawansyah, yang memperkenalkan tempat-tempat yang sering dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Eddy, wisatawan mancanegara yang umumnya berasal dari Italia itu takjub dengan suasana Makassar. Bahkan banyak turis yang meluangkan waktunya untuk berkeliling sepanjang Jalan Penghibur dengan Nusantara menggunakan becak.
“Benteng Fort Rotterdam yang terletak di tengah kota Makassr dan berdekatan langsung dengan laut itu dikunjungi oleh setengah dari jumlah penumpang kapal pesiar Italia Costa Allegra,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum berkeliling dengan menggunakan becak, para wisatawan ini disuguhi tarian empat etnis di dalam Benteng Fort Rotterdam. Tarian empat etnis melambangkan empat suku yang ada di Sulawesi Selatan yakni, Makassar, Bugis, Mandar dan Toraja.
“Umumnya para tamu senang dan berfoto langsung dengan para penari. Mereka takjub dengan suguhan tarian empat etnis yang kita tampilkan,” katanya.
Daeng Gassing salah satu tukang becak mengaku, kedatangan para wisatawan mancanegara itu berdampak positif bagi dirinya bersama rekan-rekannya yang lain.
“Saya sangat senang karena hanya sekali mengayuh becak dengan jaraka yang tidak terlalu jauh mendapat bayaran yang cukup besar. Sekali mengayuh mendapat Rp 50 ribu,” katanya. Turis senang, tukang becak pun senang.
Sumber Antara
Artikel Terkait:
- Wisatawan Menyukai Andong dan Cidomo (172 kali)
- 70.000 Wisatawan Italia Kunjungi Objek Wisata Indonesia (539 kali)
- Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2009 (549 kali)
- Badung Promosi Wisata ke Korea dan London (196 kali)
- Liburan ke Karimunjawa, Mau? (105 kali)
- Kapal Pesiar Albatros Segera Sandar di Surabaya (466 kali)
- Toraja Menjadi Wisata Kedua Setelah Bali (254 kali)
- Tanjung Perak Siap Layani Kapal Pesiar (934 kali)
- Bali Ingin Genjot Turis Australia (214 kali)
- Jejak Mata Ternate (212 kali)






No comments yet.