Tak Ada Label Halal Hambat Potensi Turis
Pencantuman label halal pada produk yang disediakan usaha bidang pariwisata bisa meningkatkan kedatangan turis. Namun, pemanfaatan potensi turis tersebut, terutama dari Timur Tengah, terhambat karena masih banyak produk lokal yang belum mendapatkan label halal.
Direktur PT Savoy Homann Budi Sasongko di Bandung, Senin (22/2/2010), mengatakan, hotel-hotel di Malaysia sudah menyediakan makanan dan minuman dalam kemasan dengan label halal nyaris pada semua produknya. Faktor itu bisa mendongkrak kunjungan turis ke Malaysia.
Negara tersebut kedatangan sekitar 16 juta turis mancanegara per tahun, sementara Indonesia hanya sekitar 6 juta orang.
Budi mengakui, belum semua kemasan produk yang disediakan Hotel Savoy Homann Bandung terdapat label halal. Ia mendukung penggunaan label halal pada kemasan produk namun proses sertifikasinya diminta tidak dipersulit.
Di Jabar saja, masih banyak usaha yang belum melalui proses sertifikasi halal. Sekitar 1 juta usaha di provinsi itu bergerak di bidang makanan, minuman, kosmetika, dan obat-obatan. Namun, baru sekitar 2.000 usaha yang sudah memperoleh sertifikat halal.
Selain label halal, Malaysia lebih banyak dikunjungi turis mancanegara karena memasang iklan di jaringan televisi internasional. Iklan itu ditayangkan beberapa kali dalam sehari saat jam utama. Sementara, Indonesia hanya memasang satu kali, itu pun saat dini hari.
Source: Kompas
Artikel Terkait:
- Bandung, Tidak Cuma Punya FO dan Kuliner (2243 kali)
- Oleh-oleh Khas Kuningan Diburu Wisatawan (367 kali)
- Tips Sebelum Berwisata Kuliner (730 kali)
- Unggulkan Cita Rasa, Sambal Pecel Jeruk Purut Tembus Mancanegara (738 kali)
- Iklim Pariwisata Harus Dijaga (1072 kali)
- Peserta Borobudur Travel Mart Meningkat (537 kali)
- Wajah Malioboro Dipenuhi Papan Iklan (2334 kali)
- Wajah Baru Wisata Pascabencana (685 kali)
- Menang Kalah Komodo Mesti “Menang” (261 kali)
- Sayang Anak, Mampirlah ke Ancol (553 kali)




No comments yet.