Sinergi PT KAI Dengan PT Krakatau Steel Dalam Angkutan Baja Coil
PT. Kereta Api (Persero) kembali memantapkan angkutan barangnya melalui kerjasama dengan PT. Krakatau Steel (PT. KS). Kali ini yang diangkut adalah produk Baja Coil dari pabrik PT. KS di Cilegon ke Kalimas, Surabaya. Kamis (28/1) lalu di Cilegon, dilakukan peresemian sekaligus perjalanan perdana KA Baja Coil oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono.
Acara tersebut juga dihadiri Dirjen Kereta Api Tunjung Inderawan, Wakil Direktur Utama PT. KA Sudarmo Ramadhan, EVP DAOP 1 Jakarta Mulianta Sinulingga, Direktur Pemasaran PT. KS Irvan Kamal Hakim, dan sejumlah pejabat PT. KS lainnya.
KA Baja Coil terdiri dari 16 gerbong datar dengan kapasitas angkut 30 ton per gerbong. Soft launching uji coba sudah dimulai sejak 13 Desember 2009 dan dalam kurun waktu tersebut dilakukan evaluasi terhadap berbagai permasalahan angkutan barang. Hasilnya, PT. KS dan PT. KA sepakat bersinergi karena banyaknya keuntungan yang didapat. ”Pengangkutan baja coil melakui KA akan mengurangi kerusakan jalan akibat baja yang beratnya hingga 16 ton. Secara keamanan dan keselamatan pengangkutan barang juga akan lebih terjamin,” ungkap Sudarmo Ramadhan dalam sambutannya.
Hal itu senada dengan yang diucapkan oleh Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel (KS) Irfan Kamal Hakim. Menurutnya, PT KS akan meningkatkan produksinya dari 2,5 juta ton per tahun menjadi 3,75 juta ton per tahun mulai tahun 2013. “Peningkatan produksi itu akan berdampak pada pengangkutan baja yang pada akhirnya bisa merusak badan jalan. Selain itu, berbeda dengan angkutan truck, melalui KA bisa mencegah permasalahan terkait kemacetan lalu lintas,” tandasnya.
Sementara itu, Bambang Susantono selaku Wakil Menteri Perhubungan menyatakan, pegangkutan oleh kereta mengutungkan perusahaan karena lebih cepat. Jika menggunakan truk, maka perjalananya mencapai 7 hari waktu perjalanan. Sedangkan menggunakan KA, waktu tempuhnya hanya 3 hari. Otomatis, PT. KS dapat mendistribusikan komoditinya dengan volume yang jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Lebih dari itu juga turut mempertahankan kualitas jalan. “Satu rangkaian kereta dengan 16 gerbong mampu mengangkut 480 ton baja. Setara dengan 120 truk container ukuran 40 kaki dalam sebulan,” ujarnya.
Usai memberikan sambutan, rombongan wakil menteri dan juga seluruh tamu undangan yang hadir digiring menuju lokasi peresmian KA Baja Coil. Bambang Susantono mengenakan topi dan mengangkat tongkat khas petugas PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api). Kemudian, dihadapan KA Baja Coil, dirinya meniup peluit panjang tanda diresmikannya perjalanan perdana sang kereta barang.
Pengembalian rangkaian gerbong dari Kalimas ke Jakarta akan diisi dengan angkutan peti kemas. Dengan demikian rangkaian tersebut akan optimal terisi secara bolak balik. Tarif yang telah disepakati adalah Rp. 180.000,- per ton belum termasuk ppn. Bambang Susantono menambahkan bahwa pengoperasian KA Baja Coil ini sebagai upaya pemerintah dalam merevitalisasi perkeretaapian Indonesia. “Dengan KA bisa mendukung perubahan perekonomian masyarakat, karena KA lebih cepat dan ekonomis,” katanya.
Sumber PT KAI
Artikel Terkait:
- PT KA Tidak Akan Cat Ulang Gerbong Argo Parahyangan (1249 kali)
- PT. Kereta Api (Persero) Luncurkan KA OVER NIGHT SERVICE (ONS) (2707 kali)
- Penumpang Prameks Semakin Dimanjakan (506 kali)
- Presiden Gunakan Kereta Api Menuju Cirebon Dalam Rangka Peresmian Tol Kanci (1230 kali)
- Peresmian Peremajaan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok (2091 kali)
- PT. KA Luncurkan KA Madiun Jaya (1938 kali)
- KA “Rencang Geulis” untuk Padalarang – Cibatu (2795 kali)
- PT. KA Sesuaikan Grafik Perjalanan Per 1 Maret 2010 (1620 kali)
- Kereta Wisata (1100 kali)
- Pelantikan Direksi Baru PT. KA (1630 kali)




No comments yet.