Semoga Tahun Kunjungan Museum Dapat Memompa Pengunjung
Penetapan tahun 2010 sebagai Tahun Kunjungan Museum diharapkan dapat memompa jumlah pengunjung museum di Indonesia.
Tahun Kunjungan Museum yang direncanakan berlangsung hingga 2014 tersebut juga diharapkan dapat membantu revitalisasi museum sekaligus mengubah pandangan buruk masyarakat terhadap museum.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwanda saat berbincang bersama pewarta, Jumat (22/1/2010) di Gedung Depbudpar, Jalan Meda Merdeka Barat, Jakarta.
Menurut Sapta Nirwanda, kesadaran masyarakat untuk mengunjungi dan mengajarkan anak-anak mencintai museum masih kurang. “Kita sendiri jarang menggiring anak-anak kita ke museum. Kita kan sukanya ke mall. Mereka (anak-anak) bilang museum nggak menarik,” ujar Sapta.
Karena itulah, tahun kunjungan museum sebaiknya dimanfaatkan sebagai momen merevitalisasi museum agar lebih interaktif dan disukai anak-anak. “Supaya mereka enjoy, apa ada touch-screen, ada pelajaran melukis di museum, yang interaktif lah,” tuturnya.
Selain menciptakan museum yang lebih interaktif, diharapkan pula Tahun Kunjungan Museum ini dapat mengubah paradigma masyarakat agar tidak hanya menggunakan museum sebagai tempat menyimpan benda bersejarah.
Menurut Sapta, mempromosikan museum dapat juga dilakukan dengan memfungsikan museum sebagai tempat berkumpul anak muda seperti Cafe, tempat pertemuan, atau rumah makan.
Sumber Kompas
Baca juga:
- 5 Museum Terbaik Anak-Anak (83 kali)
- Perusahaan “Travel” Harus Lebih Lincah Promosi (1013 kali)
- Turis Eropa Berburu Matahari di Indonesia (155 kali)
- Museum perlu direformasi total (1051 kali)
- Pramuka dan Kampanye Sadar Wisata (135 kali)
















No comments yet.