Home » News » Sekitar 22 Persen Anggaran Wisatawan untuk Makan

Sekitar 22 Persen Anggaran Wisatawan untuk Makan

Sebuah survei memperlihatkan para wisatawan di Asia dan Pasifik menghabiskan 2.302 dollar AS per orang untuk berbagai keperluannya selama liburan di luar biaya tiket. Di angka itu, 22 persen untuk keperluan membeli makanan dan minuman dan pakaian serta aksesori sebesar sembilan persen.

“Berapa pun anggaran liburan seseorang, maka hal-hal penting seperti tempat menginap dan mencicipi makanan lokal adalah sumber utama pengeluaran makanan ketika bepergian ke luar negeri,” kata Country Manager Visa untuk Indonesia, Ellyana, di Jakarta, Sabtu (7/3).

Ellyana mengatakan, kawasan Asia Pasifik menyediakan akomodasi yang sangat beraneka ragam untuk merangkul semua jenis pengunjung, ditambah lagi dengan adanya kecenderungan perubahan gedung-gedung tua menjadi butik hotel serta dibangunnya resor-resor baru sehingga pilihan pun menjadi semakin luas. Survei ini dilakukan oleh kartu kredit Visa bersama Perhimpunan Pariwisata Kawasan Asia dan Pasifik (PATA) dengan tema “Menentukan Preferensi Utama Tujuan Wisata Tahun 2009 dan ke Depan”.

Hasil survei ini memperlihatkan, wisatawan menghabiskan sepertiga anggaran perjalanan mereka untuk kenyamanan di saat tidur. Ellyana menyebutkan pula, 30 persen anggaran—di luar tiket—adalah untuk akomodasi, penarikan tunai melalui ATM sebanyak delapan persen.

Anggaran juga disiapkan untuk membeli pernak-pernik termasuk karya seni dan ukiran, tas kulit, pakaian olahraga serta alat listrik.

Survei ini juga menghasilkan data bahwa para responden rata-rata menghabiskan 2.302 dollar AS untuk perjalanan internasional mereka. Sebanyak 20 persen responden menghabiskan 500 hingga 1.000 dollar dan 16 persen menghabiskan anggaran 3.000 sampai 10.000 dollar.

Sementara itu, Direktur Utama merangkap CEO PATA Greg Duffell mengemukakan, jasa pelayanan masih menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat dalam industri pariwisata dengan beragam pilihan yang dapat disesuaikan untuk semua anggaran dan kebutuhan.

“Menurut perkiraan PATA tahun 2009-2011, Asia diharapkan bisa mendatangkan lebih dari 450 juta pengunjung internasional di tahun 2011. Dengan demikian perkiraan terhadap akomodasi akan meningkat,” kata Greg Duffell.

Sumber Antara


Artikel Terkait:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Mar 7th, 2009 pada kategori News. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post