Ritual Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo Siap Digelar
Rangkaian upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo siap digelar mulai 8 hingga 23 Januari di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak Sleman. Sedangkan puncak acara dilaksanakan pada 21 Januari mendatang.
“Puncak acara ini berupa Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo dari halaman masjid peninggalan Ki Ageng Wonolelo menuju Makam Ki Ageng Wonolelo oleh sesepuh trah, putro wayah, santri, alim ulama, prajurit dan berbagai kelompok kesenian dilanjutkan dengan penyebaran apem kepada pengunjung sebanyak satu ton,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Untoro Budiharjo.
Upacara adat ini, kata Untoro, merupakan salah satu upacara adat yang masuk dalam calender of event tetap dan gaungnya sudah menasional. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri dan mampu menggaet wisatawan dari berbagai daerah dan manca negara.
“Melalui upacara ini juga dapat dimanfaatkan untuk menggali nilai-nilai keteladanan terhadap kepemimpinan Ki Ageng Wonolelo serta perjuangan untuk menegakkan kebenaran dan harga diri bangsa. Diharapkan upacara adat dapat menjadi ajang yang strategis bagi upaya revitalisasi, pelestarian dan peningkatan apresiasi masyarakat terhadap budaya bangsa yang adiluhung,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Jumar mengatakan, acara ini dimaksudkan untuk mendukung Yogyakarta, khususnya Sleman sebagai daerah tujuan wisata. Selain itu ingin mengajak generasi muda untuk menggali dan lebih memahami nilai-nilai seni budaya.
“Disisi lain gelaran acara ini dapat memberikan wahana bagi pertumbuhan kesenian rakyat serta menumbuhkan rasa kecintaan terhadap seni budaya bangsa sendiri sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pelaku ekonomi selama aktivitas kegiatan berlangsung,” papar Jumar.
Menurut Jumar, pelaksanaan upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo akan diawali dengan Pengajian Akbar. Pengajian tersebut sebagai syiar agama Islam dan sebagai upaya meneruskan perjuangan Ki Ageng Wonolelo sebagai penyebar agama Islam yang gigih.
“Disamping pengajian akbar, juga diselenggarakan pasar malam mulai 8 – 23 Januari, yang menampilkan berbagai stand jajanan tradisional, makanan khas daerah, aneka produk kerajinan, mainan anak-anak, serta pentas seni diantaranya dangdut, campursari, tarian, srandul, kethoprak, dan jathilan,” kata Jumar.
Sumber HarJo
Artikel Terkait:
- Gunung Kidul Gelar 150 Pesta Adat (793 kali)
- Wisatawan Asing Saksikan Tradisi Laluhan (405 kali)
- Meriah, Kirab Borobudur Bangkit Bersama (505 kali)
- Balap Rakit Meriahkan Merti Code 2009 (768 kali)
- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta gelar Workshop Panatacara (1452 kali)
- Atraksi Rebo Pungkasan Andalan Bantul (1273 kali)
- Dari Yogya untuk Indonesia – Sultan HB X Resmikan Pembukaan PMPS 2009 (2195 kali)
- Meriahkan Sekaten, Kraton Yogyakarta Gelar Pameran (1409 kali)
- Klangenan Jogja 2010, Tampilkan Seni Tradisional Khas Yogya (1187 kali)
- Yuk, Lihat Seni Ukir di Festival Budaya Asmat (257 kali)




No comments yet.