Home » News » Ribuan Lampu Bekas Jadi Pohon Natal Raksasa

Ribuan Lampu Bekas Jadi Pohon Natal Raksasa

Hotel Ciputra Semarang sedang mempersiapkan pembuatan pohon natal raksasa yang terbuat dari puluhan ribu lampu bekas berbagai jenis yang akan dipajang di hotel itu untuk menyemarakkan perayaan Hari Natal dan Tahun Baru mendatang.

Beberapa pekerja terlihat memasang dan menempelkan lampu-lampu bekas itu dengan menggunakan kawat dan lem pada kerangka besi pohon natal raksasa, yang terdiri dari dua kerangka utama, yakni kerangka atas dan bawah di halaman parkir Hotel Ciputra Semarang, Sabtu.

“Kami membutuhkan sekitar 10.400 buah lampu bekas yang dikumpulkan dari limbah-limbah lampu yang sebagian besar berasal dari Hotel Ciputra Semarang,” kata Chief Engineering Hotel Ciputra Semarang Setyo Adhi P saat mengawasi proses pembuatan pohon natal raksasa tersebut.

Menurut dia, ide pembuatan pohon natal raksasa menggunakan lampu-lampu bekas tersebut, sebenarnya sudah muncul sejak dua tahun lalu, sehingga mulai saat itu pihaknya mengumpulkan limbah-limbah lampu, mulai dari lampu bohlam, lampu TL, halogen, dan sebagainya. “Ketinggian pohon natal raksasa ini diperkirakan mencapai sekitar tujuh meter dan lebar dua meter, sedangkan kerangka atas dibuat dari besi beton berukuran 12 milimeter (mm) dan kerangka bawah menggunakan besi berukuran 10 mm agar kuat menahan beban,” katanya.

Mengenai kendala yang dihadapi dalam pembuatan pohon natal raksasa itu, ia mengatakan kendala yang dihadapi terutama adalah proses pengumpulan lampu yang membutuhkan waktu cukup lama, karena seluruh lampu menggunakan limbah lampu bekas.

“Proses pembuatan pohon natal ini sudah berjalan selama 10 hari dengan jumlah pekerja sekitar 15 orang setiap hari, dan ditargetkan segera selesai, karena pada Rabu (16/12) mendatang pohon ini sudah siap dipajang dan dipamerkan di lobi hotel,” kata Setyo.

Sementara itu, Public Relations Officer Hotel Ciputra Semarang Nuki Dhamayanti mengatakan pihaknya ingin menyemarakkan perayaan Hari Natal dan Tahun Baru dengan memasang pohon Natal dengan cara berbeda dan unik, yakni dari susunan lampu-lampu bekas.

Menurut dia, pohon natal merupakan tradisi yang berasal dari Barat dan biasanya identik dengan penggunaan pohon cemara, sebab pohon cemara merupakan satu-satunya pohon yang tidak meranggas dan warna daun tetap hijau di musim dingin sebagai perlambang “hidup kekal”.

“Oleh karena itu, kami juga ingin memanjakan pengunjung dan menyemarakkan Hari Natal dengan membuat pohon Natal yang unik, rencananya pohon Natal raksasa itu akan dipajang di lobi Hotel Ciputra Semarang mulai Rabu (16/12) hingga menjelang akhir tahun 2009,” kata Nuki.

Sumber Kompas


Artikel Terkait:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Dec 12th, 2009 pada kategori News. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post