Prameks telat 45 menit
Pasca kenaikan tiket Kereta Api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks), Komunitas Penglaju Jogja (KPJ) melakukan aksi simpatik di Stasiun Lempuyangan, Senin (22/2). Menariknya, saat aksi itu digelar, KA Prameks yang berangkat pertama dari Jogja ke Solo mengalami keterlambatan hingga 45 menit.
Padahal pihak KA Daop VI berjanji akan menaikkan pelayanan termasuk ketepatan jadwal, seiring kenaikan tarif. Koordinator KPJ Eko Setyanto ketika ditemui Harian Jogja di Stasiun Lempuyangan sebelum berangkat ke Solo menjelaskan aksi simpatik yang dilakukan ini hanyalah aksi sederhana dari Komunitas Pramekers.
“Kami hanya membentangkan spanduk di Stasiun Lempuyangan sebelum berangkat. Tujuannya agar orang yang mau berangkat dari Jogja mengetahui ada aksi penolakan, walaupun kabar ini sudah dimuat media. Jika ada reaksi lagi dari masyarakat atau masukan kepada kami akan ditampung supaya ke depannya bisa sama-sama mengontrol PT KA,” ungkap dosen FISIPOL UNS tersebut.
Selain melakukan aksi damai, KPJ juga telah mengajukan surat kepada Komisi C DPRD Kota Jogja sebagai upaya pendampingan. Seperti tuntutan semula, komunitas ini tetap meminta harga tiket KA Prameks tetap Rp8.000.
“Kami tetap meminta harga tiket tetap Rp8.000 sampai pelayanan dapat ditingkatkan. Mengenai pelayanan, sampai sekarang belum ada peningkatan. Pada hari kedua ini saja kereta pertama sudah terlambat. Kereta yang seharusnya berangkat pukul 05.35 jadi sekitar 06.20 atau telat 45 menit,” tukasnya.
Ditanya mengenai usulan Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto mengenai pengajuan subsidi KA Prameks dari masyarakat ke pemerintah, pria ini mengatakan kemungkinan tersebut dapat terjadi tetapi tidak mau terlalu mempercayai. Sebaliknya, dia justru mempertanyakan status KA tersebut.
Menurut dia KA Prameks memiliki kesamaan dengan KA Banyubiru. Adapun kereta jurusan Joglosemar tersebut merupakan kereta ekonomi. “Status Prameks tidak jelas. Bisnis atau ekonomi tidak ada kejelasannya. Apa sih kriteria KA Prameks? Joglosemar ditulis ekonomi padahal keretanya sama persis dengan Prameks. Harga tiketnya juga sama,” tambah dia.
Terpisah, seorang pegawai Bank Swasta di Solo, Deny kepada Harian Jogja mengeluhkan masalah keterlambatan KA Prameks. “Saya masuk kantor pukul 08.00 WIB tapi ada briefing 07.30 WIB. Jika dihitung, dalam seminggu telatnya memang tidak sering banget tapi mengganggu. Keterlambatan bisa antara setengah sampai satu jam. Perusahaan sendiri tidak mau tahu, kalau telat ya tetap dihitung telat. Kalau mau naik bis juga repot,” tutur dia.
Lebih lanjut, dia memaparkan akibat keterlambatan ini, teguran secara lisan dari kantor sudah pernah didapatkannya. Tepat Senin kemarin, teguran tersebut sudah berjumlah tiga kali dan terancam mendapat surat peringatan (SP). “Mau tidak mau saya harus berangkat ke kantor, soalnya nanti ada meeting. Yah, walau nanti saya mendapat SP,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto menyatakan permohonan maaf atas keterlambatan KA Prameks pada pemberangkatan pertama. “Kami mohon maaf karena kami masih dalam pembenahan terus. Tadi pagi itu ada gangguan pembalik arah untuk maju mundur. Ke depan, kami usahakan hal tersebut tidak terjadi lagi,” ujar dia.
Ditanya perihal aksi simpatik yang dilakukan oleh KPJ, Eko mengatakan hal tersebut merupakan hal yang wajar. Bagi dia apa yang dilakukan Pramekers merupakan bentuk ungkapan kepedulian komunitas terhadap pelayanan PT KA terkhusus Daop VI.
Source: HarJo
“Kami akan memperhatikan dengan serius apa yang diinginkan oleh masyarakat dan kami akan optimalkan layanan. Cuma satu hal pelayanan yang baik membutuhkan operasional yang sangat tinggi, misalnya saja waktu kami harus mengganti kaca jendela karena serangan Bonek atau sebuah mesin kereta yang harganya sampai Rp600 juta. Selain itu, biaya bahan bakar kereta cukup tinggi karena kereta komersial seperti bisnis dan eksekutif tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah,” tukasnya.
Baca juga:
- Penumpang Prameks Tolak Kenaikan Harga (841 kali)
- Natal dan Tahun Baru, Penumpang KA Naik 10 Persen (1481 kali)
- Tiket Kereta Api Gratis Untuk Korban Bencana Merapi (1427 kali)
- Penumpang Prameks Semakin Dimanjakan (618 kali)
- Penumpang Sandera KA Rangkas Bitung-Jakarta (51 kali)
















No comments yet.