Home » News, Tourism » PLTU Pun Bisa Jadi Objek Wisata Menarik

PLTU Pun Bisa Jadi Objek Wisata Menarik

PLTU Lampung yang dibangun di Dusun Sebalang, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, selain dipersiapkan sebagai pemasok listrik sebesar 2 x 100 MW, juga sebagai lokasi pariwisata berwawasan teknologi.

Menurut Koordinator Proyek PLTU Lampung, Zulian, di Lampung Selatan, Jumat (23/10), konsep wisata edukasi tersebut sudah diusulkan dan disetujui oleh Pemprov Lampung.

Lokasi PLTU yang dibangun di atas lahan seluas 65 hektar itu berada di dekat lokasi pantai yang sudah dijadikan daerah pariwisata terlebih dahulu oleh pemkab setempat.

“Untuk teknisnya kami serahkan kepada pemda. Namun, begitu PLTU ini selesai dibangun, masyarakat dapat melihat adanya bangunan pembangkit di sekitar pantai yang mereka kunjungi dan akan ada informasi tentang bagaimana PLTU bekerja menghasilkan listrik bagi kebutuhan mereka,” kata dia.

Zulian menambahkan, tidak menutup kemungkinan wilayah PLTU akan menjadi area kunjungan anak sekolah yang sedang melakukan study tour.

“Kami mencoba menyosialisasikan kepada masyarakat tentang bagaimana listrik dihasilkan sehingga niat untuk melakukan penghematan dapat ditumbuhkan,” kata dia.

Sementara itu, pembangunan PLTU Lampung, atau yang lebih dikenal sebagai PLTU Sibalang, sudah mencapai 33 persen dan telah menyelesaikan 60 persen pembangunan konstruksinya. Ia menerangkan, tahapan selanjutnya adalah tahapan pemasangan mesin dan peralatan elektrik pembangkit.

PLTU Lampung merupakan pembangkit listrik berbahan non-BBM dengan memanfaatkan batu bara berkalori rendah dengan kebutuhan 1.000.800 ton per tahun. Pembangunan itu merupakan hasil kerja sama Indonesia dan China, yaitu joint operation antara PT Adhi Karya dan Jiangxi Electric Power Overseas Engineering, dengan nilai kontrak 154,3 juta dollar AS dan Rp 595 miliar.

Berdasarkan kontrak, pembangunannya akan selesai pada April 2010, atau paling lambat pada awal 2011, dan listrik yang dihasilkan akan ditransfer ke pusat beban di sistem Sumbagsel melalui Gardu Induk New Tarahan.

Sumber Kompas


Artikel Terkait:



Tentang Artikel Ini
Oleh matarama on Oct 23rd, 2009 pada kategori News, Tourism. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post