Peringati Hari Bumi Melalui Motif Batik
Banyaknya bencana alam yang diakibatkan dari kecerobohan manusia dan ketidakpedulian dengan lingkungan, menggerakan hati Hutami C.I Santoso dan Bagus Prabowo untuk menciptakan motif baru batik yang bertemakan lingkungan. Motif kreasi baru yang diberi nama Batik Alam Raya ini terinspirasi bumi dan alam yang digunakan sebagai kampanye “Go Green”. Kreasi ini dipamerkan di Lembaga Indonesia Prancis (LIP) menyemarakkan peringatan Hari Bumi Internasional tanggal 22 April hingga 26 April 2010 mendatang.
Menurut inspirator Batik alam Raya, Hutami C.I Santoso atau biasa dipanggil Uut saat ditemui di LIP, Sabtu (24/4) selama tiga bulan bersama Bagus berusaha menciptakan motif baru yang mengkolaborasikan berbagai jenis batik klasik dan dipadukan dengan gaya kotemporer. Kolaborasi ini akhirnya menghasilkan Batik Alam Raya yang masih murini dan dibuat dengan batik tulis oleh pengrajin batik di Giriloyo.
“Melihat tayangan televisi akhir-akhir ini yang menyuguhkan berbagai bencana alam membuat kami berkeinginan untuk berkampanye Go Green melalui apa yang kami bisa lakukan yaitu dengan berkreasi dengan batik sekaligus menambah khasanah motif batik baru di Indonesia,” ujar Uut.
Dikatakannya lebih lanjut, motif batik yang dipamerkan di LIP hanya 20 jenis, padahal sudah diciptakan 40 motif yang terinspirasi dari tumbuh-tumbuhan, binatang dan alat-alat yang merusak lingkungan namun karena keterbatasan ruang pameran hanya ditampilkan sebagian saja yang cukup mewakili keseluruhan karya. Dengan batik yang menjadi ikon budaya Indonesia dan ditambah kreasi baru Batik Alam Raya ini juga berfungsi sebagai sarana mengkampanyekan cinta lingkungan.
“Alam raya sarat akan makna yang bisa menginspirasi siapa saja yang mengolah keindahan tersembunyi alam tanpa harus merusaknya, seperti pada motif batik alam raya yang berjudul Green Ide dimana batik tulis ini bewarna dasar hijau dengan motif klasik megamendung dikolaborasi dengan lampu-lampu bolam yang memancarkan cahaya yang dapat diartikan dengan lingkungan yang masih hijau atau alami otak manusia akan bekerja maksimal melahirkan ide-ide baru yang segar,” papar Uut.
Ditambahkan aktivis LSM Perempuan dan Lingkungan, Karsono, seni batik diyakini sebagai ruang aktualisai manusia kreatif yang terispirasi dari penyuguhan bumi melalui karyanya. Baik itu yang dimanfaatkan sebagai bahan-bahan untuk membatik maupun keindah-indahannya sebagai ornamen batik.
“Penyuguhan pameran seni batik kali ini harus dipahami sebagai suatu media pembelajaran dari esensi persahabatan dan berguru pada bumi sejatinya akan mengasilkan karya-karya yang kreatif,” ujar Karsono.
Source: Krjogja
Hasil dari Google:
Baca juga:
- Pesanan Batik Tulis “Membludak” Pascapengakuan UNESCO (828 kali)
- Kereta Batik Masuk Dalam Daftar MURI (591 kali)
- Pariwisata Indonesia Harus Berkonsep “Green Tourism” (1280 kali)
- Paket Green Tourism di Sumbar Diminati Wisatawan Eropa (967 kali)
- Batik Potensi Jadi Cenderamata Wisatawan (704 kali)
















No comments yet.