Peresmian Peremajaan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan peremajaan Stasiun Tanjung Priok pada 28 April 2009 kemarin. Didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Presiden SBY resmi membuka kembali stasiun yang sudah sembilan tahun tidak beroperasi ini untuk perjalanan penumpang. Peresmian itu juga dihadiri sejumlah menteri negara seperti Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Negara BUMN Sofyan A Djalil dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa.
Stasiun Tanjung Priok dibangun pertama kali pada tahun 1885, satu kilometer di sebelah utara bangunan yang ada sekarang. Kemudian pada tahun 1914 dibangun Stasiun Tanjung Priok yang baru dengan luas lahan 46.930 m2 dan luas bangunan 3.678 m2. Stasiun Tanjung Priok diresmikan pada tanggal 6 April 1925 bersamaan dengan pembukaan jalur Tanjung Priok – Meester Cornellis (Jatinegara).
Sampai dengan tahun 2001 Stasiun Tanjung Priok melayani penumpang KRL Tanjung Priok – Jakarta Kota dan beberapa kereta jarak jauh (Jakarta – Jateng – Surabaya), namun dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2008 Stasiun Tanjung Priok tidak dioperasikan karena kekurangan armada KRL dan kondisi Stasiun yang rawan.
Pada tahun 2008 Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan melakukan renovasi Stasiun Tanjung Priok, dengan tujuan melestarikan bangunan Stasiun Tanjung Priok yang merupakan bangunan dengan Struktur beton bertulang pertama dan bangunan Stasiun kereta api terbesar di Indonesia. Selain itu menjaga agar bangunan dan emplasemen sebagai asset Negara tetap terjaga, dan memberikan pelayanan angkutan kereta api di wilayah Jakarta Utara untuk angkutan komuter / KRL dan kereta api jarak jauh. Selanjutnya, pada tahun 2009 Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan telah memprogramkan rehabilitasi emplasemen Stasiun Tanjung Priok dan penataan Track, serta pembangunan sinyal elektrik di Stasiun Tanjung Priok. Selain itu juga pada tahun 2009 ini telah dialokasikan anggaran untuk rehabilitasi jalan rel Jakarta Kota – Tanjung Priok termasuk listrik alirann atasnya, sehingga pada akhir tahun 2009 diharapkan dapat dioperasikan pada lintas Jakarta Kota – Tanjung Priok.
Saat ini di Stasiun Tanjung Priok telah dioperasikan Kereta Api KRL Tanjung Priok – Bekasi (berangkat dari Stasiun Tanjung Priok pukul 10.30 dan 17.45 WIB), KRD Tanjung Priok – Cikampek (berangkat dari stasiun Tanjung Priok pukul 09.30 dan 16.20) dan kereta ekonomi kertajaya Tanjung Priok – Surabaya (berangkat dari Stasiun Tanjung Priok Pukul 15.30).
Courtesy of PT. KAI
Artikel Terkait:
- Empat Menteri Tinjau Sepanjang Pinggiran Rel KA (485 kali)
- Pergi ke Sawahlunto? Naik Kereta Wisata Saja (416 kali)
- KRDI Seminung Siap Meluncur di Lampung (324 kali)
- Peresmian KA Bangunkarta Eksekutif dan Senja Kediri Bisnis (2341 kali)
- PT. KA Luncurkan KA Madiun Jaya (653 kali)
- Kereta Wisata (371 kali)
- Presiden Gunakan Kereta Api Menuju Cirebon Dalam Rangka Peresmian Tol Kanci (405 kali)
- Ketua Umum PMI Jusuf Kalla Naik Kereta Wijaya Kusuma (234 kali)
- Pelantikan Direksi Baru PT. KA (556 kali)
- KA “Rencang Geulis” untuk Padalarang – Cibatu (1080 kali)






No comments yet.