Home » News, Tourism » Pasar Wisata Sejarah KA Masih Terbuka

Pasar Wisata Sejarah KA Masih Terbuka

PT Kereta Api Indonesia (PT KA) menggenjot pengembangkan paket Perjalanan Wisata Sejarah KA atau Heritage Railway Trip menjadi salah satu core bisnis perusahaan angkutan massal itu.
Hampir di semua titik stasiun, PT KA memiliki bangunan-bangunan kuno yang punya sejarah.

“Paket Heritage Railway Trip ini salah satu upaya PT KA mengajak masyarakat mengenali dan tahu bangunan dan jalur-jalur bersejarah dalam perkembangan KA di Indonesia,” kata Kepala Pusat Pelestarian Aset dan Bangunan Bersejarah PT KA, Ela Ubaidi di Bandung, Selasa (20/1/2010).

Untuk mengembangkan potensi heritage kereta api di Indonesia, manajemen PTKA yang baru secara khusus membentuk struktur organisasi baru yang menangani heritage KA yang dipimpin Kepala Pusat Pelestarian Aset dan Bangunan Bersejarah KA.

Selain memotori upaya revitalisasi bangunan dan jalur bersejarah, Pusat Pelestarian Asset dan Bangunan Bersejarah PT KA juga merangkul berbagai stake holder termasuk komunitas pencinta dan pemerhati kereta api.

Hampir di semua titik stasiun, PT KA memiliki bangunan-bangunan kuno yang punya sejarah.

“Hampir di semua titik stasiun, PT KA memiliki bangunan-bangunan kuno yang punya sejarah. Sebagian kodisinya masih terurus dan masih digunakan, sisanya sudah rusak. Ke depan akan dilakukan revitalisasi,” kata Kepala Bidang Hubungan Internal Humas PTKA, Sukendar Mulya.

Salah satu upaya revitalisasi bangunan bersejarah milik PT KA antara lain Bangunan Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah. Bangunan yang sempat dipergunakan oleh Kodam Diponegoro itu menjadi salah satu target revitalisasi dan pemugaran oleh Pusat Pelestarian Aset dan Bangunan PTKA.

“Potensi pasar wisata sejarah KA cukup terbuka, selain wisatawan domestik namun juga wisatawan mancanegara. Terutama dari Belanda, mereka ingin melihat bangunan-bangunan tuan yang mungkin punya kaitan dengan sejarah leluhur mereka,” kata Sukendar.

Kabid Hubungan Internal Humas PTKA itu menyebutkan, pemugaran bangunan-bangunan bersejarah milik PTKA itu, selain dilakukan oleh PTKA juga akan menjaring investor yang peduli terhadap heritage khususnya di lingkungan kereta api.

Sumber Kompas


Artikel Terkait:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Jan 20th, 2010 pada kategori News, Tourism. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post