Home » News » Parade Roti Bermotif Batik di GOR Manahan

Parade Roti Bermotif Batik di GOR Manahan

Kota Solo kini benar-benar menjadi kota yang kreatif. Hampir tiap pekan berbagai digelar. Di awal Desember 2009 ini, sejumlah UKM pembuat roti dan pemasok bahan-bahan roti di Solo akan menggelar Festival Pangan 2009, kegiatan yang akan berlangsung di GOR Manahan Solo, Sabtu (5/12)- Minggu (6/12) bertujuan untuk mempromosikan UKM roti di Solo.

Festival Pangan akan diramaikan dengan berbagai kegiatan yang menarik. “Yang paling menarik acara parade roti batik yang mengusung roti berukuran besar yakni 2,4 meter X 1,2 meter dengan tinggi 15-20 sentimeter,” ujarnya Ketua Panitia Festival Pangan Danny Kristianto kepada pers di Solo, Selasa (1/12).

Selain menampilkan roti ukuran besar, parade ini akan diikuti kelompok pembawa roti yang mengusung sekitar 20 roti ukuran 40 X 60 sentimeter, selanjutnya pembawa 10.000 roti yang berat 30 gram. Semua roti yang dibatik menggunakan desain dari Gunawan Setiawan.

Menurut Danny, roti berukuran besar diperkirakan akan menghabiskan sekitar 25 zak tepung terigu masing-masing 25 kilogram (kg) per zak, 40 kg colkat, 150 kg gula, telur dan lain-lain. “Roti ini akan ditaruh di atas sebuah mobil. Setelah acara semua roti yang telah dibatik akan dibagikan secara gratis, bersama 10.000 roti yang lain,” katanya.

Festival ini didukung sekitar 100 UKM roti di Solo, serta pemasok bahan roti seperti Zeelandia, Landkrone, Gandum Mas Kencana, Citra Boga Surya, Bintang Pangan, dan sejumlah organisasi seperti Perkumpulan Masyarakat Sura karta, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Solo, serta kelompok masyarakat seperti grup musik Makobar. UKM roti di wilayah Solo Raya diperkirakan lebih dari 1.000 UKM.

Danny menyatakan acara ini diharapkan menjadi ajang kebersamaan UKM roti di Solo, yang selama mempromosikan produk roti sendiri-sendiri. Festival Pangan yang berlangsung dua hari juga diramaikan lomba menghias donut, makan donut, yang semuanya gratis. Selain itu ada demo pembuatan kue brownis, roti, dan cake. Di tengah festival juga digelar lomba melukis blankon dengan peserta anak-a nak sekolah dari SD sampai SMA.

Source Kompas


Artikel Terkait:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Dec 1st, 2009 pada kategori News. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post