Paling Banyak Bayar Akomodasi
JAKARTA, JUMAT — Jajak pendapat yang dilakukan Visa bekerja sama dengan PATA menunjukkan, pelaku perjalanan wisata internasional paling banyak menghabiskan sepertiga dananya untuk membayar akomodasi. Seturut hasil jajak pendapat bertajuk “Menentukan Preferensi Tujuan Wisata di Tahun 2009 dan ke Depannya” yang diterima Kompas.com, Jumat (6/3), di luar ongkos tiket, akomodasi mematok porsi 30 persen dari anggaran perjalanan.
Selanjutnya, wisatawan internasional juga sering menggesek kartu kreditnya untuk biaya makanan dan minuman (22 persen), belanja di toko bebas bea pajak di bandara (10 persen), beli pakaian dan aksesori (9 persen), dan melakukan penarikan tunai di mesin ATM (8 persen).
Kemudian, sisa anggaran biasanya dihabiskan untuk membeli pernak-pernik barang lainnya termasuk karya seni dan ukiran, pakaian olahraga, barang elektronik dan alat listrik, barang dan tas kulit. “Hal-hal penting seperti tempat menginap dan mencicipi masakan lokal adalah sumber pengeluaran utama ketika bepergian ke luar negeri,” kata Visa Country Manager untuk Indonesia Ellyana Fuad.
Jajak pendapat itu pun mencatat rata-rata anggaran liburan untuk perjalanan internasional sebesar 2.302 dollar AS per orang.
Jajak pendapat online ini dilaksanakan oleh Synovate sejak 7-28 Agustus 2008 dengan melibatkan 5.554 responden dari 11 pasar utama travel di Asia Pasifik (Australia, China, China Taipei, Perancis, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat) mengenai perjalanan wisata sebelumnya dan rencana perjalanan mendatang.
Untuk setiap pasar, responden merupakan pengguna internet, berusia 18 tahun ke atas, pernah melakukan perjalanan wisata liburan dalam dua tahun lalu atau berencana untuk melakukannya pada 2009 atau 2010.
Sumber Kompas
Baca juga:
- Sekitar 22 Persen Anggaran Wisatawan untuk Makan (1080 kali)
- Indonesia Negeri Tercantik Keempat di Dunia! (3 kali)
- Banyak yang Tinjau Ulang Rencana Bepergian (1159 kali)
- Asyik, RI-Australia Sepakati MoU Visa Berlibur (841 kali)
- Kunjungan Wisman Pakistan ke Indonesia Masih Minim (124 kali)
















No comments yet.