Oposisi Malaysia Sidang di Bawah Pohon
IPOH, SELASA — Suhu politik di Negara Bagian Perak di utara Malaysia makin panas. Hari Selasa (3/3) pagi tadi, para pendukung Zambry Abd Kadir terlibat menghalau semua anggota parlemen dari kelompok oposisi yang akan masuk ke gedung parlemen.
Disebut-sebut, 28 anggota parlemen dari kelompok Aliansi Rakyat itu juga terlibat bentrok dengan polisi dan pendukug Zambry. Karena terdesak dan tidak bisa masuk gedung parlemen, mereka akhirnya menggelar sidang di bawah pohon besar di seberang jalan gedung parlemen.
“Ini omong kosong besar! Perwakilan yang dipilih (rakyat) tidak diperbolehkan masuk (ke gedung parlemen). Ini juga tidak sesuai hukum. Polisi memberlakukan standar ganda,” kata A Sivanesan, seorang anggota parlemen dari kelompok oposisi.
Pertikaian di parlemen Perak yang menunjukkan instabilitas dalam politik Malaysia itu muncul sejak pemilu di bulan Maret 2008 yang dimenangi koalisi Front Nasional pimpinan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi.
Akan tetapi, koalisi ini sebenarnya mengalami kekalahan di lima negara bagian, termasuk Perak, yang secara tradisional menguasai dua pertiga kursi parlemen, sebagian besar dari Aliansi Rakyat. Sejak itu, Front Nasional beruasha keras untuk menggembosi Aliansi Rakyat.
Pada awal Februari lalu, tiga anggota parlemen dari Aliansi Rakyat menyeberang ke kubu Front Nasional sehingga posisi di parlemen menjadi berimbang.
Tak lama setelah itu, Sultan Azlan Shah menetapkan Zambry Abd Kadir dari Front Nasional sebagai menteri kepala atau semacam perdana menteri di level negara bagian. Aliansi Rakyat pun bereaksi keras dengan menyatakan bahwa penetapan Zambry inkonstitusional karena tidak menunggu pemungutan suara di parlemen. Pendahulu Zambry, Mohammad Nizar Jamaluddin, pun mengundurkan diri.
Sebaliknya, Zambry menuding pihak oposisi menghina Sultan Azlan karena menolak keputusan pengangkatan dirinya. “Kata hati saya jelas. Saya telah ditetapkan Sultan,” kata Zambry menanggapi penolakan pihak oposisi.
Selasa pagi tadi, para pendukung Zambry kemudian menghalau kelompok oposisi yang akan masuk gedung parlemen. “Pulang, pulang,” kata mereka sambil mendorong oposisi, sementara polisi tidak melakukan apa-apa. Bentrokan pun tak terhindarkan.
Baca juga:
- Hari Ini Ada Unjuk Rasa Besar (121 kali)
- Konser Lady Gaga Dilarang Polri (9 kali)
- Pramuka dan Kampanye Sadar Wisata (135 kali)
- Pimpinan Komisi IX Serahkan Video Porno Mirip Anggota DPR ke BK (989 kali)
- Nilai Lokal Jadi Fokus Kode Etik Pariwisata (1181 kali)
















No comments yet.