Libur Lebaran, Ada Internet Gratis di Malioboro
Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini menyediakan fasilitas ’hot spot’ gratis bagi masyarakat yang tengah berada di kawasan Malioboro.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir di Yogyakarta, Senin (14/9) mengatakan, pengguna layanan internet segera dapat memanfaatkan fasilitas “hot spot” gratis di sepanjang Malioboro untuk berselancar di dunia maya.
“Kami akan menyediakan fasilitas hot spot gratis kepada masyarakat yang kebetulan tengah berada di sepanjang Malioboro,” kata Tazbir.
Menurut dia, fasilitas hot spot tersebut akan dapat diakses dengan mudah dan nyaman oleh masyarakat dengan kecepatan akses yang cukup baik. “Menurut tim teknis yang menangani pemasangan hot spot, tidak ada kendala dalam memanfaatkan layanan tersebut,” katanya.
Fasilitas hot spot gratis tersebut dapat dinikmati melalui alamat laman www.visitingjogja.com.
Sementara itu, khusus untuk menyambut libur Lebaran, Tazbir menyatakan, pihaknya juga akan membuka stan khusus yang memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat untuk menikmati internet.
“Stan pertama ada di kantor Dinas Pariwisata yang kebetulan berada di kawasan Malioboro dan stan kedua ada di Benteng Vredeburg,” katanya.
Tazbir menyatakan, akan ada sedikitnya lima komputer yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengakses internet secara cuma-cuma. “Kami akan membuka layanan tersebut pada 24-27 September mendatang,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Yogyakarta juga telah melengkapi kawasan Malioboro sebagai jantung wisata di kota tersebut dengan fasilitas hot spot yang memiliki “band width” sebesar 3 mega byte per second (mbps).
Fasilitas hot spot dengan halaman muka “Malioboro Hot Zone” tersebut dipasang mulai dari Jalan Mangkubumi, Jalan Malioboro hingga ke titik nol kilometer.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyatakan, di halaman muka “Malioboro Hot Zone” tersebut juga tercantum beberapa menu diantaranya jadwal kereta api, pesawat, alamat hotel dan restoran serta berbagai toko serta indeks mata uang.
Artikel Terkait:
- Ke Yogyakarta Anti Nyasar (297 kali)
- Festival Malioboro Jadi Ikon Baru Yogyakarta (405 kali)
- Plesiran ke Yogya? Tunggu Bulan Oktober! (263 kali)
- Yogyakarta Surga bagi ‘Backpackers’ (217 kali)
- Timoho Ekspo Kurangi Kepadatan Malioboro (297 kali)
- Pasar Wisatawan Brunei dan Sarawak Belum Tergarap (150 kali)
- How Important Web Directory For Our Website (145 kali)
- Pas Tafiri Jadi Objek Wisata Bahari (20 kali)
- Kecewa Mengunjungi Borobudur? SMS Aja (898 kali)
- Wah, Voting Komodo Anjlok di Posisi 14 (240 kali)






No comments yet.