Lawang Sewu Bakal Jadi Museum Kereta Api
Bangunan bersejarah Lawang Sewu akan dijadikan sebagai museum mini PT Kereta Api (KA) dan pusat observasi. “Selain akan dijadikan sebagai museum mini PT KA dan pusat observasi, juga akan difungsikan sebagai kantor properti, pusdiklat, dan ruang rapat khusus,” kata Humas PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi (Daop) IV Semarang, Warsono, Rabu (11/3).
Sebagai tahap awal, PT KA akan melakukan sejumlah perbaikan, seperti perawatan dan pengecatan bangunan, pemasangan miniatur lokomotif di halaman depan sebagai identitas kepemilikan PT KA. Dana yang tersedia untuk mendukung renovasi tahap awal itu mencapai Rp 50 juta.
Menurut dia, renovasi tersebut untuk menghilangkan kesan angker. Pasalnya, bangunan akan dijadikan pintu gerbang menarik wisatawan lokal dan mancanegara di Jateng.
Awalnya, berkembang informasi Lawang Sewu akan diubah menjadi bangunan hotel melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Hanya saja, rencana kerja sama dengan pihak ketiga tersebut batal sehingga PT KA berinisiatif mempertahankan bangunan bersejarah itu dengan merenovasi.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, proses renovasi yang belum sepenuhnya selesai mulai menunjukkan pemandangan yang lebih cerah dan enak dipandang, mengingat warna tembok tidak lagi gelap setelah ada pengecatan ulang.
Selain itu, penempatan lokomotif model klasik di depan bangunan Lawang Sewu yang masih dalam tahap pengerjaan juga ikut mempercantik pemandangan yang semula mengesankan pemandangan seram.
Kesan seram dipastikan berangsur-angsur berkurang, mengingat penampilan saat sekarang yang benar-benar berbeda. Terlebih, lokasi tersebut juga berulang kali dijadikan lokasi syuting film.
Bahkan, saat sekarang tempat tersebut juga masih dijadikan lokasi syuting sebuah film. Jika dilihat dari kostum para pemerannya merupakan film bersejarah pada jaman penjajahan.
Di samping ketenarannya, letak Lawang Sewu yang sangat strategis diprediksi juga bakal menjadi daya tarik utama untuk menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung.
Selain itu, bangunan bersejarah tersebut juga berdekatan dengan pusat perbelanjaan DP Mal di Jalan Pemuda dan kawasan pusat oleh-oleh khas Kota Semarang di jalan Pandanaran.
Sumber Kompas
Artikel Terkait:
- Pasar Wisata Sejarah KA Masih Terbuka (454 kali)
- PT KA Pasarkan Wisata Sejarah (121 kali)
- Film Sang Pencerah, Mulai Ambil Gambar Mei Mendatang (227 kali)
- Candi Utama Prambanan Masih Rusak (219 kali)
- Pemesanan Tiket KA Executive dan Bisnis Melalui Call Center KA (8954 kali)
- Bangunan Bobrok Itu Jadi Daya Tarik Wisata Gantong (350 kali)
- Peresmian Peremajaan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok (706 kali)
- Asiknya Berwisata Sejarah Kereta Api (267 kali)
- Mengenal Titik Nol Indonesia (274 kali)
- PLTU Pun Bisa Jadi Objek Wisata Menarik (309 kali)






No comments yet.