Kode Etik Pariwisata Disosialisasikan
JAKARTA, RABU — Kode Etik Kepariwisataan Dunia atau Global Code of Ethics for Tourism, Rabu (4/2) ini, disosialisasikan di depan sejumlah elemen masyarakat, seperti staf Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan para akademisi.
Sebanyak 10 butir kode etik ini diharapkan dapat mendorong dan mengembangkan kepariwisataan Indonesia untuk memberi sumbangan terhadap pengembangan berbagai aspek kehidupan tanpa diskriminasi. Anggota World Committee on Tourism Ethics dari
United Nation World Tourism Organization (UNWT), I Gede Ardika mengatakan bahwa kode etik yang ditetapkan pada tahun 1999 ini sangat diperlukan di tengah komitmen pariwisata Indonesia untuk melanjutkan Visit Indonesia Year pada tahun 2009.
“Kalau paradigma lama pariwisata nasional hanya dilihat dari sisi ekonomi, industri, sekarang harus berubah,” ujar Ardika.
Paradigma baru yang dimuat dalam kode etik ini menyerap nilai-nilai penghargaan terhadap hak asasi manusia, hak anak, dan lingkungan hidup. Sepuluh butir kode etik kepariwisataan dunia ini meliputi:
- Kepariwisataan untuk membangun saling pengertian dan menghormati antar penduduk dan masyarakat.
- Kepariwisataan sebagai media untuk memenuhi kebutuhan “kualitas hidup”.
- Kepariwisataan sebagai faktor pembangunan berkelanjutan.
- Kepariwisataan sebagai pemakai dan penyumbang pelestarian warisan budaya.
- Kepariwisataan adalah kegiatan yang menguntungkan bagi negara dan masyarakat penerima wisatawan.
- Kewajiban para pemangku kepentingan kepariwisataan.
- Hak dasar atau asasi berwisata.
- Kebebasan bergerak bagi para wisatawan.
- Hak para pekerja dan pengusaha dalam industri pariwisata.
- Implementasi kode etik.
Kesepuluh butir kode etik ini diharapkan dapat kembali disebarluaskan kepada para pelaku pariwisata yang masih menuntut ilmu di sejumlah lembaga akademik pariwisata melalui mata kuliah atau mata pelajaran, seperti etika, sosiologi, dan tata boga.
LIN
Dikutip dari Kompas
Artikel Terkait:
- Nilai Lokal Jadi Fokus Kode Etik Pariwisata (408 kali)
- Indonesia di Peringkat 81 Pariwisata Dunia (789 kali)
- Wah, Voting Komodo Anjlok di Posisi 14 (240 kali)
- PBB: Indonesia Aman! (292 kali)
- Pariwisata Indonesia Harus Berkonsep “Green Tourism” (357 kali)
- 2010, Indonesia Siap Didatangi 7 Juta Wisatawan Mancanegara (348 kali)
- Belajar Industri Pariwisata dari Negeri Jiran (437 kali)
- Wisata Bahari Sulut Diharapkan Samai Australia dan Karibia (395 kali)
- Kalau ke Papua, Jangan Lupa ke Biak (315 kali)
- Rowing to 2010 Sail Banda: Small Island for Our Future (167 kali)






No comments yet.