Kesimpangsiuran Berita Media Hambat Promosi Wisata
Pemberitaan seputar terorisme oleh media yang simpang siur dan kondisi keamanan Indonesia yang belum sepenuhnya pulih menjadi penghambat utama promosi wisata kapal pesiar di Indonesia. Karena itu, media perlu menyampaikan image positif, sedangkan pemerintah harus aktif melakukan koreksi untuk menjamin keamanan bisnis wisata di Indonesia.
Demikian penuturan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perjalanan Seabourne Cruise Line Peter Cox, Sabtu (15/8) di sela seminar pengembangan dan promosi Indonesia sebagai tujuan wisata kapal pesiar, di Terminal Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
“Setelah peristiwa ledakan bom beberapa waktu lalu, sangat sulit untuk mempromosikan Indonesia sebagai tujuan wisata kapal pesiar,” kata Peter.
Menurut Peter, image Indonesia di mata internasional terpuruk saat media memberitakan penangkapan gembong teroris Noordin M Top yang ternyata kemudian dinyatakan bukan Noordin M Top. Kesimpangsiuran pemberitaan ini menjadikan pendatang dari luar negeri enggan untuk singgah di Indonesia.
“Image pariwisata Indonesia perlu dibangun (rebuild up) kembali. Di sinilah peran media dan pemerintah,” ujarnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Noviendi Makalam mengakui, secara perlahan-lahan pemerintah mencoba mempromosikan kembali Indonesia sebagai daerah tujuan wisata yang aman. “Upaya ini memang tak gampang karena sekali kita kehilangan image, maka akan sulit untuk mengembalikan lagi,” tuturnya.
Menurut Noviendi, di Indonesia terdapat tiga tujuan utama wisata kapal pesiar, yaitu Candi Borobudur melaui Pelabuhan Tanjung Perak, Pulau Bali melalui Pelabuhan Padang Bai, dan Pulau Komodo melalui Pelabuhan Lembar.
Kunjungan kapal pesiar
Rencananya, pada tanggal 24 Maret 2010 mendatang, kapal pesiar Albatros dari Eropa akan singgah di Pelabuhan Tanjung Perak. Kapal ini rencananya akan mengangkut 884 wisatawan mancanegara.
Direktur Eksekutif Surabaya Tourism Promotion Board Yusak Anshori mengatakan, rencana kedatangan kapal pesiar ini merupakan hal yang membanggakan karena dalam tujuh tahun terakhir Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya tak pernah disinggahi kapal pesiar.
“Kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Tanjung Perak adalah tahun 2002 lalu. Jika rencana kunjungan Kapal Pesiar Albatros pada Maret 2010 terwujud, ini menjadi indikasi Surabaya diperhitungkan masuk dalam peta tujuan wisata kapal pesiar internasional,” ucapnya.
Direktur Operasi dan Teknik Pelindo III Faris Assagaf mengatakan, Pelabuhan Tanjung Perak telah menyiapkan kunjungan kapal pesiar dengan menyiapkan dermaga kapal sepanjang 200 meter hingga 500 meter dengan kedalaman sembilan meter.
“Sarana ruang tunggu penumpang telah dilengkapi dengan tempat pemeriksaan menggunakan ray serta tempat parkir yang luas dengan dilengkapi petunjuk tempat-tempat wisata,” ucapnya.
Sumber Kompas
Artikel Terkait:
- Tanjung Perak Siap Layani Kapal Pesiar (3020 kali)
- Kapal Pesiar Albatros Segera Sandar di Surabaya (1391 kali)
- Kapal Pesiar Sulit Bersandar di Bali (646 kali)
- Saatnya Pelabuhan Indonesia Berbenah (721 kali)
- Turis Eropa dan AS Kunjungi Balaikota Surabaya (47 kali)
- E-ticketing di Bali dan Lombok dirampungkan (1135 kali)
- Turis Kapal Pesiar Minati 7 Obyek Wisata (339 kali)
- Lagi, 2.000 Turis Batalkan Kunjungan ke Bali (1117 kali)
- Peresmian Peremajaan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok (2090 kali)
- KA Turangga Gunakan Kereta Eksekutif New Image (8987 kali)




No comments yet.