Home » News » KA Wisata Solo

KA Wisata Solo

PT KA & PEMKOT KOTA SOLO OPERASIKAN KA WISATA

Salah satu kota di Jawa tengah yang menjadi tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara  yaitu Solo, karena kota Solo merupakan kota budaya dan pusat kesenian jawa serta keberadaan industry batik tulisnya yang sampai saat ini masih tetap dilestarikan.  Melestarikan  benda bersejarah heritage milik PT KA tidak hanya dilakukan dalam wujud monumen yang statis akantetapi dapat dilakukan dalam bentuk monumen yang dinamis, sehingga dapat dinikmati oleh  masyarakat  ataupun wisatawan yang berkunjung ke kota Solo.

Selasa tanggal 20 Oktober 2009 Dirut PT KA  Ignasius Jonan dan Pemeritah Kota Solo  Joko Widodo telah sepakat dan menandatangani perjanjian kerja sama operasional Lokomotif  Uap untuk  operasional KA Wisata di Loji Gandrung Solo. ”Ini bukan masalah uang dalam arti untung atau rugi, termasuk juga administrasi secara teknis, tetapi lebih sebagai semangat melestarikan heritage,” ungkap Direktur Utama PT KA Ignasius Jonan, usai penandatangan perjanjian kerja sama operasional lokomotif  uap.  Menurut Jonan, lokomotif uap memiliki perjalanan panjang dalam sejarah transportasi, tak terkecuali di Indonesia. Sekarang, katanya, bagian sejarah itu mesti dilestarikan bukan saja dalam bentuk monumen statis, tetapi juga monumen hidup yang bisa dimanfaatkan masyarakat ataupun wisatawan bernostalgia.

Saat ini, Solo merupakan satu-satunya kota metropolitan yang mengoperasikan  lokomotif uap kuno, bekerjasama dengan PT KA. “Meskipun itu harus disertai kerja keras untuk merenovasi lokomotif uap yang sudah berusia ratusan tahun,” ujar Jonan.  Dalam kaitan pelestarian itu pula, imbuhnya, pengoperasian lokomotif uap kuno tidak dilakukan setiap hari, tetapi maksimal tiga hari dalam satu minggu, agar kondisi lokomotif uap relatif terjaga.

Branding Kota

Pengembangan sektor pariwisata di masa datang mungkin masih dihadapkan pada tiga tantangan utama, yakni adanya perubahan prilaku dan keinginan wisatawan dalam menghadapi krisis global, peningkatan pencitraan Indonesia /daerah wisata sebagai destinasi pariwisata yang aman, serta ketersediaannya kapasitas dan kualitas produk wisata. Penyusunan paket wisata dalam negeri yang masih lemah, keterse

diaan prasarana umum yang terbatas, serta beberapa destinasi pariwisata telah melewati masa puncak yang perlu direvitalisasi, hal ini mungkin juga masih menjadi tantangan.

Sementara itu Walikota Solo Joko Widodo mengatakan, pengoperasian lokomotif uap kuno sama sekali tidak didasarkan pada hitungan-hitungan bisnis murni. “Solo telah mendeklarasikan diri sebagai kota pusaka dan kota budaya. Maka keberadaan lokomotif uap kuno ini selain mendukung pelestarian heritage, juga sebagai salah satu upaya mem-branding kota,” ungkap Walikota. Menyoal tarif naik lokomotif  uap kuno yang dianggap masyarakat terlalu mahal, yakni Rp100 ribu per orang dengan jarak tempuh hanya sekitar 12 kilometer saja, Joko Widodo menjelaskan, pada prinsipnya lokomotif uap ini memang untuk wisata.

Meski begitu, warga Kota Solo bisa naik lokomotif uap itu hanya dengan membayar Rp30 ribu per orang dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Sementara warga di luar Kota Solo, tambahnya, tetap dikenakan tarif Rp100 ribu per orang, karena mereka digolongkan sebagai wisatawan.“Biaya operasional lokomotif uap kuno memang cukup mahal, sebab menggunakan bahan bakar kayu jati yang kini sudah mulai langka, belum lagi menyangkut biaya perawatan,” ujar Walikota.Walaupun tidak ada perhitungan untung dan rugi, tambahnya, namun tingginya biaya operasional ini mesti bisa dipahami.

Courtesy of PT KAI


Hasil dari Google:


Baca juga:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Nov 18th, 2009 pada kategori News. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post