Jelang Ramadhan, Puluhan Ribu Peziarah Padati Wisata Banten Lama
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, puluhan ribu peziarah dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan wisata ziarah Sultan Maulana Hasanudin Banten di Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Serang.
“Saat ini baru sekitar 50.000 peziarah yang datang ke sini,” kata pengurus makam Sultan Maulana Hasanudin, Komarudin, akhir pekan kemarin.
Komarudin menjelaskan, angka tersebut akan terus bertambah karena sudah kebiasaan wisata Banten Lama selalu dikunjungi peziarah menjelang Ramadhan.
Padatnya pengunjung membuat petugas di pintu masuk makam Sultan Hasanudin terpaksa harus naik di atas kursi untuk meminta sumbangan dari pengunjung. Peziarah yang datang bersama keluarga umumnya berasal dari daerah luar Banten, seperti Jakarta, Bogor, Jawa Barat, Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ini dapat dilihat dari pelat kendaraan bus yang digunakan peziarah.
Selain mendatangi makam Sultan Hasanudin, peziarah juga mengunjungi makam Maulana Yusuf yang lokasinya tidak jauh dari Banten Lama, sekitar 500 meter dari makam Sultan Maulana Hasanudin.
Aminudin, contohnya, pria asal Bogor, Jawa Barat, mengatakan, dirinya mengaku rutin bersama keluarganya melakukan ziarah sebelum memasuki Ramadhan. “Setiap tahun menjelang Ramadhan saya dan keluarga selalu datang ke sini, ” kata Aminudin.
Pernyataan serupa diungkapkan Rohilah, warga Jakarta Timur. Ia mengatakan, ziarah baginya merupakan kegiatan rutin yang dilakukannya sejak masih SD. “Saya kalau ziarah dari kecil,” katanya.
Sama halnya dengan Rita, warga Banyuwangi, Jawa Tengah, ia tiap tahun selalu melakukan ziarah, dan kebetulan kali ini bertepatan menjelang bulan puasa. “Rasanya belum pas kalau menjelang Ramadhan belum datang ke tempat ini,” ungkap Rita.
Banyaknya peziarah dimanfaatkan oleh sejumlah pengemis di kawasan itu untuk meminta sedekah kepada peziarah.
Daya tarik Mesjid Agung Banten Lama bukan hanya sekadar kompleks makam penguasa dan keluarga Kesultanan Banten di sisi utara masjid. Namun, arsitektur masjid, terutama tumpukan atap, menjadi pesona tersendiri. “Mesjid ini satu-satunya peninggalan yang masih utuh,” kata Fathuladzim, Ketua Kenadziran Kesultanan Banten Lama.
Peziarah juga bisa melihat bangunan sisa-sisa kebesaran Kerajaan Banten dan beberapa senjata peninggalan Sultan, seperti meriam.
Sumber Antara
Hasil dari Google:
Baca juga:
- Tahun Kunjungan Museum, Banten Lama Dibenahi (1048 kali)
- Ramadhan, Masjid Ampel Memesona Turis Mancanegara (1391 kali)
- Mencicipi Air Tiga Rasa di Rejenu (911 kali)
- Keluarga Pahlawan Terima Piagam Tanda Yekti (70 kali)
- Wamenparekraf Dapat Gelar Ksatria Masyarakat Sunda (68 kali)
















Salut lah…sulthan hasanuddin tea….
bukan sembarang orang..wali coy…jd wajarlah klo bnyk yg doain..
cuma yg jd masalah pengelolaan nya tuh,perlu di perbaharui,,ga pantes lah di masjid bnyk pendekar,,denger2 sih ketua nya itu bukan orang yang bermasyarakat,trs wahabi pula..wallohu a’lam tp fakta.