Home » News, Tourism » Jateng Akan Promo Wisata ke Singapura dan Malaysia

Jateng Akan Promo Wisata ke Singapura dan Malaysia

Tim Promosi Wisata Jateng atau Jateng promo akan mempromosikan pariwisata Jateng ke Singapura dan Malaysia pada Februari dan Maret nanti. Tim ini akan menawarkan potensi wisata Jateng dan paket wisata yang dibuat atas kerja sama antara agen perjalanan, hotel, dan obyek wisata.

“Kami akan menawarkannya kepada sekitar 30 agen perjalanan di Singapura,” kata Ketua Jateng Promo, Andhy Irawan, Kamis (18/2) di Semarang.

Andhy mengatakan, promosi pariwisata ke Singapura akan dilakukan dengan mengikuti ekshibisi yang diadakan National Association of Travel Agents Singapore pada 26-28 Februari 2010. Promosi yang sama juga akan dilakukan di Malaysia pada Maret 2010.

Menurut Andhy, selama ini para pelaku industri sudah membuat paket-paket wisata yang menarik. Namun, upaya itu belum efektif karena tidak didukung dengan kesadaran wisata pemerintah daerah setempat bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor yang menguntungkan.

Kota Solo, kata Andhy, merupakan salah satu daerah yang telah sadar wisata. Hal ini terlihat dari keagresifan Pemkot Solo menggarap pariwisata. Pengelolaan pariwisata adalah hak otonomi daerah.

Karena tidak semua daerah memiliki kesadaran wisata, pariwisata di Jateng tidak merata.

Wisatawan asing hanya mengenal dan mengunjungi obyek-obyek wisata yang memang sudah terkenal sejak awal, seperti Candi Borobudur dan Prambanan atau Kota Solo yang memiliki banyak kegiatan wisata.

Menurut Andhy, banyak obyek wisata yang tidak dikelola dengan baik. Hal itu tampak dari hal-hal kecil, misal dengan masih adanya toilet yang kumuh di kompleks obyek wisata. Pembenahan obyek wisata menjadi penting untuk menyukseskan tahun kunjungan wisata Jateng atau Visit Jateng 2011.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Budiyanto mengatakan, pemerintah daerah memiliki tugas penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk serius mengelola pariwisata. Kesadaran masyarakat dapat diwujudkan, misal dengan melatih kemampuan bahasa Inggris. Hal ini penting agar pelaku wisata dapat berkomunikasi dengan wisatawan asing.

Source: Kompas


Artikel Terkait:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Feb 19th, 2010 pada kategori News, Tourism. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post