Jaga Aset Wisata di DIY
Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran menjaga aset wisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. “Masyarakat khususnya warga di sekitar objek wisata harus ikut menjaga aset wisata dengan menjaga kebersihan dan mencegah aksi corat-coret tangan jahil,” kata Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta, Widi Utaminingsih, di Yogyakarta, Kamis (17/6/2010).
Menurut dia upaya menjaga kebersihan objek wisata di daerah ini penting untuk menjaga citra pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sehingga tetap memiliki nilai jual yang tinggi.
DIY memiliki aset wisata beragam antara lain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Benteng Vredeburg, makam Raja Mataram di Kotagede dan Imogiri, Candi Prambanan, Tamansari, serta seni budaya maupun wisata alam pegunungan dan pantai.
“Jika aset wisata itu terjaga dengan baik, akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung. Namun aset yang berlimpah itu menjadi tidak memiliki daya tarik kalau masyarakat tidak ikut menjaganya,” kata Widi yang yayasannya bergerak dalam penelitian dan pengembangan budaya serta wisata berbasis potensi lokal.
Widi melanjutkan, pemerintah daerah memang memiliki tanggung jawab menjaga aset wisata tersebut. Namun tanggung jawab untuk memelihara aset wisata ini tidak harus seratus persen dibebankan kepada institusi pemerintah karena masyarakat juga diharapkan berpartisipasi.
“Pariwisata adalah milik rakyat, kalau paiwisata maju yang langsung menikmati adalah masyarakat. Karena itu bisnis pariwisata harus didukung dan dikelola secara bersama-sama,” katanya.
Menurut Widi membangun kesadaran untuk meningkatkan citra pariwisata di Yogyakarta memang menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga di daerah ini. Seyogyanya masyarakat juga berpikir kreatif untuk meningkatkan citra pariwisata di mata para wisatawan.
Ia mengatakan paling tidak masyarakat harus peduli saat ada wisatawan mancanegara (wisman) yang menjadi korban pencopetan atau tindak kriminal lain. Kesadaran moral masyarakat dalam kasus seperti itu sangat diharapkan. “Dengan demikian citra pariwisata di daerah ini tidak selalu tergantung pada kemegahan aset yang ada tetapi juga perilaku masyarakatnya yang berbudi luhur dan perhatian pada masalah yang dihadapi wisatawan,” ujarnya.
Menurut dia jika setiap warga di daerah ini memiliki kesadaran tinggi terhadap aset pariwisata, maka DIY akan memiliki nilai tersendiri di mata wisatawan mancanegara dan nusantara.
Source: Kompas
Baca juga:
- Malioboro Tetap Jadi Incaran Wisatawan (764 kali)
- Yogyakarta Memiliki Kekayaan Desa Budaya (191 kali)
- Batik Potensi Jadi Cenderamata Wisatawan (704 kali)
- Jaga Potensi Pariwisata Indonesia! (767 kali)
- Pemudik Butuh Info Wisata Jogja (848 kali)
















No comments yet.