Inilah Wisata Unggulan Gunung Kidul 2010
Perbukitan dan gua kapur (karst) di kawasan Gunungsewu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan dijadikan obyek wisata minat khusus unggulan pada 2010.
“Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul dalam jangka pendek akan membenahi kawasan gua kapur karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata andalan. Kami terus mempromosikan obyek wisata tersebut,” kata Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunung Kidul Birowo Adhie di Wonosari, Kamis (5/11).
Menurut dia, Dinas Pariwisata optimistis pengembangan kawasan karst sebagai obyek wisata andalan akan mampu menumbuhkan perekonomian daerah. Kawasan batu kapur di Gunung Kidul masih alami sehingga akan menjadi kawasan wisata yang memiliki daya tarik tersendiri.
“Pengembangan wisata minat khusus bergantung potensi alam yang dimiliki masing-masing kawasan, potensi gua kapur di Gunung Kidul memiliki prospek baik untuk dikembangkan menjadi obyek wisata andalan,” katanya.
Ia mengatakan, sumber daya alam Gunung Kidul banyak ragamnya serta memiliki keunikan dan nilai ilmiah tinggi, terutama kawasan batu kapur dan gua kapur yang potensial untuk dikembangkan sebagai obyek wisata minat khusus.
“Pengembangan wisata minat khusus menjadi salah satu prioritas penggarapan obyek wisata 2010, sejumlah kawasan karst yang sampai saat ini terus dikembangkan menjadi wisata petualangan, di antaranya tebing di Pantai Siung sebagai tempat panjat tebing terlengkap di Jawa, wisata Gua Seropan dan Watu Gupit, serta wisata susur gua di kawasan Cerme, Seropan, Bribin, Grubug, Jomblang, dan Kalisuci,” katanya.
Selain wisata petualangan, kata dia, kawasan karst Gunung Kidul juga potensial untuk wisata sejarah dan religius, seperti Gua Rancang Kencono dan Gua Braholo yang penuh dengan nilai sejarah, serta Gua Maria Tritis sebagai tempat peribadatan umat Katolik.
Luas kawasan karst Kabupaten Gunung Kidul sekitar 13.000 kilometer persegi, hampir sebagian besar memiliki keunikan mulai dari fenomena di permukaan (ekokarst) hingga bawah permukaan (endokarst).
“Fenomena bawah permukaan adalah adanya gua kapur berhiaskan stalaktit, stalakmit, dan aliran sungai bawah tanah sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan wisata minat khusus,” katanya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah terus menggencarkan promosi wisata, baik keluar daerah maupun ke mancanegara, sehingga potensi wisata andalan tersebut lebih dikenal oleh wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Sumber Antara
Artikel Terkait:
- Gua, Ikon Baru Pariwisata Gunung Kidul (390 kali)
- Potensi Wisata di Balik Kegersangan Gunung Kidul (456 kali)
- Inilah yang Memesona dari Gunung Kidul: Daratan, Pantai, dan Budaya (481 kali)
- Berlibur Sambil Belajar di Gunung Kidul, Bisa! (374 kali)
- Promosi Wisata Pawonsari Dongkrak Kunjungan Wisman (327 kali)
- Gunung Kidul Suguhkan Jamuan Istimewa untuk Para Pelancong (436 kali)
- Libur Lebaran, Tiket Kawasan Wisata Gunung Kidul Naik 100 Persen (396 kali)
- Menanti Wisata Mancing Populer di Tanah Batak (390 kali)
- Ada “Baywatch” di Gunung Kidul (334 kali)
- Ceruk Wisata Eksklusif Rp 14 Juta Per Malam (191 kali)






No comments yet.