Home » News, Tourism » Indonesia Jaring Wisatawan Norwegia

Indonesia Jaring Wisatawan Norwegia

Indonesia berupaya menjaring wisatawan dari kawasan Skandinavia dengan mengikuti pameran pariwisata Reiseliv 2010 yang dibuka Kamis (14/1/2010) di gedung pameran “Norges Varemesse”, Lillestrm, Norwegia, dan berlangsung hingga 17 Januari mendatang.
Wisatawan Norwegia bukan wisatawan yang asal-asalan, melainkan wisatawan yang berduit.

Pameran pariwisata yang terbesar di Skandinavia ini diikuti 150 negara dengan lebih dari 400 industri pariwisata dan menetapkan Spanyol sebagai mitra penyelenggara.

Direktur Utama Reiseliv, Torill Engelberg dan Duta Besar Spanyol di Oslo Santiago Salas serta atlet ski Norwegia Bjorn Wircola meresmikan pameran ini.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo Mansyur Pangeran mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam pameran pariwisata untuk keempat kalinya itu dalam upaya menjaring wisatawan dari Norwegia, khususnya.
Sesuai dengan tema pameran kali ini Sport and Mega Tourism, sejumlah pengusaha industri pariwisata banyak yang menjual paket-paket wisata olah raga.

Wisatawan Norwegia bukan wisatawan yang asal-asalan, melainkan wisatawan yang berduit.

Menurut Mansyur, perusahaan industri wisata Norwegia yang menjual paket tur ke Indonesia jumlahnya semakin meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, di antaranya ada yang menawarkan paket wisata bahari menikmati keindahan taman laut di Raja Empat, Papua. Selain itu, ada pula perusahaan yang minta dicarikan paket wisata berkelana dengan sepeda di Bali.

“Potensi pariwisata Indonesia sangat besar, sayangnya hingga kini belum ada industri pariwisata Indonesia yang tertarik untuk mengikuti pameran pariwisata terbesar di Skandinavia itu,” katanya.

Selain itu wisatawan Norwegia biasanya tinggal di Indonesia cukup lama antara 17 sampai 40 hari dan umumnya mereka menginap di hotel berbintang. “Wisatawan Norwegia bukan wisatawan yang asal-asalan, melainkan wisatawan yang berduit,” tambahnya.

Menurut survei yang dilakukan Respons Analyse, hampir 3,1 juta warga Norwegia berencana melancong ke luar negeri pada tahun mendatang di musim dingin.

Survei itu juga menunjukkan sebagian besar warga Norwegia berencana berlibur keluar negeri lebih dari satu kali. Sebanyak enam dari 10 orang Norwegia melakukan perjalanan ke luar negeri, baik di musim panas maupun di musim dingin.

Direktur Reislive, Torill Engelberg, mengatakan pekan wisata Reiseliv bertujuan untuk menjadi pasar inspirasi dan tempat pertemuan bagi semua waarga Norwegia yang melakukan perjalanan dengan menyediakan kontak pribadi langsung, dan tatap muka.

Menurut dia, pameran ini yang menempati ruang sekitar 20.000 meter persegi diikuti 150 negara dan diharapkan dikunjungi 33.300 pengunjung.

Anjungan Indonesia dihiasi berbagai ornamen yang memperlihatkan keanekaragaman budaya Indonesia seperti Jawa dan Bali serta berbagai ukiran Bali, lukisan dan brosur paket wisata, poster serta tv layar lebar yang menampilkan film promosi wisata dan budaya Indonesia.

Wening Esthyprobo, diplomat RI di KBRI Oslo yang membidangi ekonomi, mengatakan bahwa dalam pameran kali ini Indonesia selain menampilkan berbagai produk wisata, juga penampilkan budaya dan kuliner.

Dikatakannya anjungan Indonesia juga akan dimeriahkan dengan penampilan kesenian Indonesia berupa tari-tarian yang dibawakan putra-putri staf KBRI dan penampilan gamelan.

Menurut Wening, dalam pekan pariwisata, KBRI Oslo juga menyediakan kuliner Indonesia seperti kue pukis, rempeyek, mie goreng, kacang bawang, permen jahe. Selain itu dalam tahun ini juga ditampilkan berbagai produk makanan Indonesia yang diproduksi oleh UKM yang dapat diperoleh berbagai pasar swalayan di Norwegia.

Sumber Kompas


Artikel Terkait:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Jan 15th, 2010 pada kategori News, Tourism. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post