Home » News, Tourism » Indonesia Belajar Pariwisata Kerakyatan di Rumania

Indonesia Belajar Pariwisata Kerakyatan di Rumania

Indonesia yang tengah mengembangkan pariwisata kerakyatan sangat terkesan dengan semangat dan dukungan pemerintah Rumania dalam usaha pemberdayaan masyarakat.

Hal itu terungkap dalam acara jumpa pers yang menutup rangkaian kunjungan delegasi Kantor Kementerian Perekonomian ke Rumania sejak pekan lalu. Demikian disampaikan Sekretaris Tiga Ekonomi, KBRI Bucharest, Fattah Hardiwinangun, Selasa (17/11).

Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Industri Pariwisata dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kementerian Koordinator Perekonomian Dr Hamdan mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengembangkan usaha mikro melalui pemberdayaan industri pariwisata.

“Kami terkesan dengan semangat tinggi pemerintah Rumania dalam mendukung usaha-usaha pemberdayaan masyarakat yang disokong Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti ’Fundatia ADEPT Transilvania’,” ucapnya.

Selama di Rumania, Dr Hamdan dan KBRI Bucharest berdiskusi dengan sejumlah pihak seperti Kementerian UKM, Badan Penanaman Modal Asing Rumania (ARIS), dan Kementrian Pariwisata Rumania.

Bersama LSM ADEPT, Dr Hamdan juga mengunjungi beberapa lokasi proyek pengembangan pariwisata di kawasan Tarnava Mare, Transylvania yang berhasil mengembangkan industri pariwisatanya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal. “Strategi kami adalah bagaimana pengusaha lokal bisa bersaing di pasar global,” ujar Jim Turnbull, salah seorang pendiri Fundatia ADEPT.

Dikatakannya, pada awal 2006 mereka membawa sejumlah pengusaha selai dari Tarnava Mare untuk ikut pameran produk pangan di Turin, Italia.

Fundatia ADEPT, merupakan lembaga swadaya masyarakat yang berkiprah pada pengembangan agrikultur dan perlindungan lingkungan hidup.

Hamdan yakin, Indonesia juga memiliki daerah-daerah yang potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi pariwisata berbasis ekonomi kerakyatan. Indonesia dan Rumania diharapkan dapat bekerja sama dalam pemberdayaan UKM sebagai bagian promosi pariwisata kedua negara.

Sumber Kompas


Baca juga:

Tentang Artikel Ini
Oleh on Nov 18th, 2009 pada kategori News, Tourism. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post