Home » News » Iklim Pariwisata Harus Dijaga

Iklim Pariwisata Harus Dijaga

Pertumbuhan pariwisata Indonesia yang terus meningkat, harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah sehingga trennya tetap dapat dipertahankan. Pemerintah wajib menjaga iklim pariwisata dalam negeri terutama dari ancaman teror maupun sabotase yang sudah pasti akan menurunkan citra Indonesia di mata negara lain.

Ketua Stiepar Yapari-Aktripa Bandung, Encep Syarief Nurdin, Senin (27/7) di Bandung mengatakan, sejak dicanangkannya program Visit Indonesia Year 2008, total kunjungan wisman mencapai 6,4 juta wisatawan. Angka ini naik sekitar 800.000 orang dibandingkan pada 2007 hanya mencapai 5,8 juta orang.

“Krisis ekonomi global ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisata ke Indonesia. Yang paling menjadi perhatian wisatawan adalah masalah kemanan kunjungan. Tentu saja seluruh stakeholder pariwisata juga wajib mendukung program pemerintah,” jelas dia.

Menurut Encep, dari tahun ke tahun angka wisatawan yang datang ke Indoensia terus mengalami peningkatyan. Namun, tidak bias dipungkiri peningkatan paling signifikan terjadi ketika Bapak Jero Wacik (Menteri Pariwisata dan kebudayaan RI) mulai mencanangkan program Visit Indonesia year pada 2008 lalu.

Program Visit Indonesia Year, lanjut dia, terakhir kali didengungkan pada 1991 lalu ketika mantan Mentri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) ketika itu ,Soesilo Sudarman menjabat.

Departemen Kebudayaan dan pariwisata (Debudpar) sendiri mentargetkan angka wisatawan yang masuk ke Indonesia pada 2009 mencapai 6,5 juta wisman dengan nilai devisa sekitr USD7,5miliar dengan 226 juta perjalanan wisata nusantara dan pendapatan berkisar Rp 82 triliun.

Realisasi kunjungan wisatawan ke Indonesia hingga akhir Mei 2009 mengalami peningkatan sebesar 1,69% atau sekitar 40,790 orang menjadi 2,413 juta dibandingkan periode yang sana tahun sebelumnya sebesar 2,372 juta wisman.

Encep menambahkan, jika tren pertumbuhan pada 2008 tetap bertahan, dia yakin angka ealisasi wisatawan pada akhir tahun ini bias mengalami peningkatan dengan berbagai langkah promosi yang dilakukan Depbudpar dan seluruh stakeholders terkait termasuk Stiepar Yapari-Aktripa.

Wakil ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Jabar Hilwan Saleh menambahkan, liburan musim panas yang jatuh pada Juli ini mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan sebesar 200 orang menjadi sekitar 800 wisatawan perhari dari 500-600 wisatawan per hari pada hari normal.

“Angka wisatawan tersebut merupakan data yang diperoleh dari wisatawan yang masuk melalui Bandara Internasional Husein Sastranegara dan di luar turis yang masuk melalui Jakarta lewat jalur darat. Dia menambahkan, sebagian besar turis Malaysia itu meminati wisata belanja di Bandung,” tuturnya.

Sumber Kompas


Artikel Terkait:



Tentang Artikel Ini
Oleh matarama on Jul 27th, 2009 pada kategori News. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post