Geliat Visit Jateng Harus Tetap Ada
Tahun kunjungan wisata atau Visit Jateng telah ditunda hingga 2013. Namun, para pelaku wisata berharap geliat Visit Jateng tetap dipertahankan karena iklim perekonomian saat ini sedang membaik dan membuka peluang menjaring wisatawan sebanyak-banyaknya.
Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Purnomo Siswoprasetjo, ketika dihubungi, Senin (17/5/2010) di Semarang. Purnomo menyayangkan jika Visit Jateng 2011 ditunda begitu saja.
Menurut Purnomo, obyek-obyek wisata utama di Jateng seperti Kawasan Tinggi Dieng, Baturraden, dan Kota Solo dengan wisata budayanya, sudah siap menyambut Visit Jateng 2011. “Kalau pun masih ada kekurangan, pengelola wisata pun masih punya waktu setengah tahun untuk berbenah lagi. Itu sudah cukup,” katanya. Purnomo menilai, jika akhirnya Visit Jateng tetap dilaksanakan pada 2011 dan muncul kendala, ketidaksempurnaan itu justru menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah dan pelaku wisata. Kesalahan yang sudah diketahui dapat langsung dibenahi saat itu juga. Jika menunggu terlalu lama, pemerintah maupun pelaku wisata tidak tahu apabila persiapan yang mereka lakukan saat ini sudah benar atau belum.
Seperti diberitakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng menggagas Visit Jateng 2011 sejak Juni 2009. Namun, Gubernur Jateng Bibit Waluyo melihat infrastruktur penunjang belum tertangani dengan baik dan menunda Visit Jateng hingga 2013.
Ketua Bidang Pariwisata dan Promosi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jateng, Benita Eka Arijani, mengatakan, Visit Jateng seakan-akan dibebani target yang terlampau tinggi. “Tidak perlu muluk-muluk, cukup fokus menjaring wisatawan domestik dulu,” kata Benita.
Pengusaha hotel dan restoran, kata Benita, dapat mulai menjaring wisatawan domestik dengan berbagai upaya kecil. Misalnya, memberikan potongan harga khusus bagi wisatawan domestik dengan menunjukkan kartu tanda penduduk. Selama ini potongan harga tersebut hanya diberikan kepada pemegang kartu kredit bank tertentu.
Sementara, Wali Kota Solo Joko Widodo menyebutkan, kunci mempromosikan pariwisata di sebuah kota terletak pada penggarapan dan pengemasan produk yang akan dijual kepada wisatawan, serta penyiapan lokasi atau obyek wisata tersebut.
Selama ini Pemkot Solo memerhatikan tiga hal, yakni manajemen produk, brand, dan customer. Hasilnya, dalam beberapa tahun terakhir Solo dikenal wisatawan dan bahkan menjadi langganan tuan rumah pertemuan tingkat nasional maupun internasional.
Source: Kompas
Artikel Terkait:
- Jateng Akan Promo Wisata ke Singapura dan Malaysia (1049 kali)
- Solo Promosi ke Singapura-Malaysia (559 kali)
- April, Bus Pariwisata Solo Beroperasi (671 kali)
- Peserta Borobudur Travel Mart Meningkat (537 kali)
- Solo Tourism Board Perlu Ada (880 kali)
- Visit Bogor 2011 Targetkan 2,7 Wisatawan (817 kali)
- Solo Batik Carnival Digelar Malam Hari (475 kali)
- Potensi Wisata Harus Dikemas dengan Menarik (1332 kali)
- Batam Tawarkan Wisata Kuliner Melayu (1651 kali)
- Obama Pilih Bali, Pariwisata DIY-Jateng Terpukul (633 kali)




No comments yet.