Empat Menteri Tinjau Sepanjang Pinggiran Rel KA
Jakarta – Empat menteri yang terdiri dari Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menkokesra Aburizal Bakrie, dan Meneg Perumahan Yusuf Ansyari meninjau pemukiman kumuh di sepanjang koridor kereta api stasiun tanjung priok-Manggarai-Kampung Bandan dan stasiun Jakarta kota, jumat lalu (8/5). Turut hadir Dirjen Cipta Karya Departemen PU Budi Yuwono, Jajaran Direksi PT. Kereta api dan pejabat teras Pemprov DKI Jakarta.
Rombongan berangkat pukul 14.00 WIB dari stasiun Tanjung Priok menggunakan kereta api Rail One. Sepanjang perjalanan, rombongan melihat sendiri banyaknya pemukiman penduduk yang tinggal di pinggiran rel. Mayoritas pemukiman tersebut kumuh dan tidak terurus. Ironis, karena seharusnya area sekitar rel steril dari pemukiman penduduk.
Pemandangan di luar kereta tersebut tampak kontras dengan yang ada di dalam kereta Rail One. Para menteri mendapat fasilitas mewah, karena kereta dilengkapi dengan AC, televisi, dan toilet nyaman.
Menurut Sri Mulyani, pemukiman kumuh yang ada di sepanjang jalur KA Tanjung Priok-Kota sangat mengganggu keselamatan dan kenyamanan penumpang KA. Karena itu, pemerintah akan melakukan tindakan terhadap pemukiman tersebut. Tindakan tersebut yaitu merelokasi pemukiman warga yang ada dan dibarengi dengan membangun rusunami dalam dua tahun ke depan menggunakan anggaran khusus.
Hal itu merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meninjau jalur KA Stasiun Tanjung Priok-Kota beberapa waktu lalu. Dalam dua minggu ke depan, timnya akan membuat rencana jangka pendek (2009) dan menengah (2010). “Kami akan melakukan revitalisasi itu dengan melihat berbagai dimensi, baik fisik prasarana KA, transportasi, juga social masyarakat,” jelas dia.
Sri Mulyani mengatakan, rencana kerja diperlukan karena untuk melakukan revitaslisasi dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Nantinya, alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut bisa per departemen. Misalnya, untuk infrasrtuktur KA akan dialokasikan melalui departemen perhubungan, sedangkan untuk pembangunan rusunami dialokasikan melalui kementrian perumahan, dan untuk relokasi bisa dialokasikan melalui APBD DKI Jakarta.
Rencana itu tersebut disambut oleh menteri Negara perumahan Yusuf Ansyari. Yusuf mengatakan akan mendata terlebih dahulu jumlah KK yang tinggal disepanjang jalur itu. Meskipun sebelumnya hal itu dilakukan dan diperoleh data bahwa terdapat 5ribu kepala keluarga (KK) yang tinggal disepanjang jalur KA Tanjung Priok-Kota.
Sedangkan menteri perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, khusus untuk revitalisasi jalur KA Tanjung Priok-Kota, Dephub telah mengalokasikan anggaran 20 milyar rupiah untuk tahun ini. Anggaran untuk program itu akan ditingkatkan, karena Dephub juga berencana membangun pagar di sepanjang jalur KA tersebut.
Courtesy of PT. KAI
Artikel Terkait:
- Peresmian Peremajaan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok (705 kali)
- Kereta Wisata (371 kali)
- Pergi ke Sawahlunto? Naik Kereta Wisata Saja (416 kali)
- Menanti Kereta Api Uap di Solo (625 kali)
- Pemkot Jogja operasikan kereta wisata (22 kali)
- Presiden Gunakan Kereta Api Menuju Cirebon Dalam Rangka Peresmian Tol Kanci (405 kali)
- PT. KA Luncurkan KA Madiun Jaya (653 kali)
- Kereta Antarkota Ditambah (354 kali)
- Tanjung Perak Siap Layani Kapal Pesiar (779 kali)
- Wali Kota Akan Relokasi Kuburan dan Warga Sekaligus (185 kali)






No comments yet.