Bangunan Bobrok Itu Jadi Daya Tarik Wisata Gantong
Replika bangunan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Gantong banyak menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah yang ingin mengetahui langsung sekolah yang terkenal melalui film Laskar Pelangi itu.
“Sudah banyak orang datang melihat replika SD Muhammadiyah yang berperan penting dalam pembuatan film Laskar Pelangi ini. Mereka datang naik mobil memasuki halaman gedung SD 9 sambil berfoto-foto dan kami tidak tahu dari mana saja asal mereka,” ujar Seno, salah seorang Staf Kantor Kecamatan Gantong, Senin (24/8).
Replika bangunan SD Gantong dengan bangunan kayu beratap seng yang tampak bobrok itu bertempat di halaman SD Negeri 9 Desa Selingsing, Kecamatan Gantong, Kabupaten Belitung Timur.
Diakuinya, daya tarik SD Laskar Pelangi telah mengundang turis, baik dari dalam negeri, maupun luar negeri hampir setiap hari untuk melihat secara langsung keberadaan SD Muhammadiyah itu.
Pengunjung yang datang bukan hanya warga Belitung Timur, tetapi banyak juga pengunjung yang datang dari luar pulau Belitung. Mereka ingin mengetahui replika sekolah yang dipakai untuk shooting film yang diangkat dari novel laris karangan Andrea Hirata ini, termasuk rombongan salah satu televisi swasta nasional.
Para pencinta novel dan film Laskar Pelangi datang sendiri-sendiri dengan sepeda motor atau rombongan dengan mobil. Mereka mengabadikan bangunan sekolah ini, baik menggunakan kamera foto, maupun kamera video.
Bangunan lusuh
Kondisi replika SD “Laskar Pelangi” ini cukup memprihatinkan. Walau telah diperbaiki oleh perangkat desa dan masyarakat setempat menyusul sejumlah papan dindingnya yang hilang, bangunan kayu ini masih tampak kotor dan rapuh. Selain kayu dan papan yang digunakan sudah lapuk, beberapa atap seng bangunan ini sudah lepas.
Papan nama gedung yang semula terpasang di depan kelas, kini sudah tidak tampak. Papan itu digantikan dengan papan pengumuman agar masyarakat tidak mengambil kayu-kayu bangunan dan ikut serta menjaga replika ini agar tidak rusak.
Siswa-siswi SD Negeri 9 Selingsing diingatkan untuk tidak bermain di antara bangunan ini sehingga mereka terhindar dari bahaya bila suatu saat bangunan ini roboh.
Karena sejumlah dinding bangunannya hilang diambil orang, ruangan kelas bangunan ini sebagian sudah tak berdinding lagi. Meja, kursi, papan tulis, dan papan nama sekolah juga lenyap.
Kondisi bangunan yang rapuh mendapat perhatian serius dari pihak kecamatan. Camat Gantong Iswandy menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk membahas tindak lanjut melestarikan bangunan itu. Rapat memutuskan untuk segera membentuk tim perbaikan replika SD Muhammadiyah itu yang akan dilakukan dengan cara gotong royong.
Seno yang juga Ketua Tim perbaikan replika SD Muhammadiyah Gantong ini mengatakan, pihaknya telah mengganti papan-papan dinding ruang kelas gedung itu dengan papan-papan yang disumbang oleh masyarakat.
Sumber Antara
Artikel Terkait:
- Laskar Pelangi Jadi Ikon Bangka-Belitung (549 kali)
- LASKAR PELANGI MUSICAL: FREE at Dunia Fantasi Ancol Dreamland (162 kali)
- Film Sang Pencerah, Mulai Ambil Gambar Mei Mendatang (923 kali)
- Ayo Garap Potensi Wisata Belitung! (844 kali)
- Wajah Malioboro Dipenuhi Papan Iklan (2334 kali)
- Lawang Sewu Bakal Jadi Museum Kereta Api (1521 kali)
- Taman Pintar Yogya Selenggarakan Final Science Tech Idol (955 kali)
- “Wonderful Indonesia” Mulai Dipromosikan (494 kali)
- PT KA Pasarkan Wisata Sejarah (558 kali)
- Pasar Wisata Sejarah KA Masih Terbuka (1323 kali)




No comments yet.