Bagaimana Jadikan Museum Menarik Dikunjungi?
tonomi daerah sejak 10 tahun lalu telah mengisyaratkan pemerintah daerah memiliki keleluasaan mengembangkan potensi daerahnya, termasuk museum negeri provinsi. Jika sebelumnya museum negeri menjadi UPT pusat, maka sejak otonomi museum negeri menjadi UPT daerah. Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Hari Untoro Dradjat, mengatakan hal itu pada Pertemuan Nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (30/3/2010).
“Dengan status baru itu, pengelolaan museum menimbulkan banyak masalah. Terutama sumberdaya manusia yang kurang mendapat bekal permuseuman, dukungan dana daerah yang tidak merata, dan kesadaran akan pentingnya kehadiran museum bagi daerah yang kurang,” katanya.
Walaupun otonomi daerah telah digulirkan, pemerintah pusat tetap memberikan bantuan kepada museum-museum swasta dan museum-museum tingkat kabupaten/kota baik yang telah berdiri maupun yang baru berdiri. Hari Untoro menjelaskan, museum-museum di Indonesia terus mengembangkan diri dan telah menjadi jendela yang menggambarkan kekayaan alam dan budaya serta peradaban bangsa. Bahkan museum tidak hanya bergerak di sektor budaya, melainkan dapat bergerak di sektor ekonomi, politik, sosial, dan lain-lain.
Tantangan bagi museum sekarang adalah bagaimana menjadikan museum sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi. Selanjutnya, bagaimana menjadikan museum sebagai tujuan wisata yang membanggakan bangsa maupun daerahnya. Lantas, bagaimana agar museum bisa berkembang mandiri dan tetap menjadi pilar dalam mencerdaskan bangsa, mengukuhkan kepribadian bangsa, serta ketahanan nasional dan wawasan nusantara.
Menghadapi berbagai kendala dan tantangan tersebut, lanjut Hari Untoro, Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata telah menetapkan program revitalisasi museum sebagai program prioritas nasional pada RPJM 2010-2014. “Revitalisasi mengandung arti sebagai kesadaran untuk menempatkan kembali arti penting museum secara profesional dan kontekstual. Revitalisasi dilaksanakan selama lima tahun di 80 museum di Indonesia,” jelas Hari.
Source: Kompas
Artikel Terkait:
- Semoga Tahun Kunjungan Museum Dapat Memompa Pengunjung (380 kali)
- Optimistis dengan Tahun Kunjung Museum 2010 (265 kali)
- Siapa Bilang Museum di Yogya Tidak Menarik? (550 kali)
- Museum perlu direformasi total (293 kali)
- Museum Tsunami Aceh Kosong Melompong (367 kali)
- Australia assists Yogyakarta museums in disaster preparedness (342 kali)
- Kaltim Andalkan Obyek Wisata Budaya (152 kali)
- Pengunjung Keraton Yogya Naik 200 Persen (227 kali)
- Wisatawan Menyukai Andong dan Cidomo (172 kali)
- Obyek Wisata Owabong Berbenah (93 kali)






No comments yet.