Topo Bisu Mubeng Beteng 1 Suro
Menyambut tahun baru Jawa 1 Suro Tahun Dal 1943, sebagian masyarakat di Yogyakarta akan melakukan tradisi topo bisu mubeng beteng, yakni berjalan mengelilingi beteng Kraton Yogyakarta dengan tidak berkata-kata. Ritual Topo Bisu Mubeng Beteng. Ritual yang mayoritas didominansi oleh bergodo prajurit keraton dan abdi dalem ini menjalani laku bisu dengan berjalan kaki mengelilingi beteng keraton selama lebih kurang dua jam.
Dengan berjalan kaki mulai dari alun-alun utara dan menuju ke arah barat melalui daerah Ngabean dan kemudian ke selatan menuju ke ‘pojok beteng kulon’ (benteng sisi barat) dan berjalan ke timur menuju ‘pojok beteng wetan’ (timur) lalu belok kearah utara dan kembali ke kawasan alun alu lewat jalan Ibu Ruswo
Selama melakukan aksi ini, para abdi dalem menahan diri tidak berbicara seraya memanjatkan doa dalam hati. Selain diikuti oleh para abdi dalem, lelaku tapa bisu ini juga wanyak diikuti oleh warga Yogyakarta dan dari berbagai daerah seperti dari Bantul.
Sumber Jogja Kota
Hasil dari Google:
Baca juga:
- Tumplak Wajik Awali Prosesi Pembuatan Gunungan Garebeg (1348 kali)
- Meriahkan Sekaten, Kraton Yogyakarta Gelar Pameran (1489 kali)
- 7 Gunungan Gerebek Maulud Keraton Yogyakarta Jadi Rebutan Warga (162 kali)
- 4 Ribu Warga Yogya Kirab Keliling Beteng Kraton Peringati Seabad HB IX (80 kali)
- Pasang Pathok Sekaten 2008 (1439 kali)
















No comments yet.