Topo Bisu Mubeng Beteng 1 Suro
Menyambut tahun baru Jawa 1 Suro Tahun Dal 1943, sebagian masyarakat di Yogyakarta akan melakukan tradisi topo bisu mubeng beteng, yakni berjalan mengelilingi beteng Kraton Yogyakarta dengan tidak berkata-kata. Ritual Topo Bisu Mubeng Beteng. Ritual yang mayoritas didominansi oleh bergodo prajurit keraton dan abdi dalem ini menjalani laku bisu dengan berjalan kaki mengelilingi beteng keraton selama lebih kurang dua jam.
Dengan berjalan kaki mulai dari alun-alun utara dan menuju ke arah barat melalui daerah Ngabean dan kemudian ke selatan menuju ke ‘pojok beteng kulon’ (benteng sisi barat) dan berjalan ke timur menuju ‘pojok beteng wetan’ (timur) lalu belok kearah utara dan kembali ke kawasan alun alu lewat jalan Ibu Ruswo
Selama melakukan aksi ini, para abdi dalem menahan diri tidak berbicara seraya memanjatkan doa dalam hati. Selain diikuti oleh para abdi dalem, lelaku tapa bisu ini juga wanyak diikuti oleh warga Yogyakarta dan dari berbagai daerah seperti dari Bantul.
Sumber Jogja Kota
Artikel Terkait:
- Tumplak Wajik Awali Prosesi Pembuatan Gunungan Garebeg (1233 kali)
- 7 Gunungan Gerebek Maulud Keraton Yogyakarta Jadi Rebutan Warga (36 kali)
- Meriahkan Sekaten, Kraton Yogyakarta Gelar Pameran (1409 kali)
- Suroan di Lawu, Seorang Pendaki Tewas (3061 kali)
- Pengunjung Keraton Yogya Naik 200 Persen (1152 kali)
- Pasang Pathok Sekaten 2008 (1280 kali)
- Pasang Pathok PMPS tahun Dal 1943 (911 kali)
- Bedanya Wisman dan Wisnus Menikmati Merapi (1527 kali)
- Pemkot Jogja operasikan kereta wisata (927 kali)
- Borobudur Siap Sambut Richard Gere (575 kali)




No comments yet.