Kota Jogja Semarak dengan Ragam Pergelaran Seni di Malam Tahun Baru 31 Desember 2008
Moment tahun baru biasanya selalu identik dengan kemeriahan pergelaran musik. Apalagi pada saat-saat itu biasanya Kota Yogyakarta selalu diserbu wisatawan dari luar kota yang akan menghabiskan masa liburannya di kota budaya ini. Saat ini sudah bisa terlihat kepadatan lalu lintas dan pusat-pusat perbelanjaan oleh wisatawan, apalagi liburan tahun ini seolah memanjakan siapa saja yang ingin menghabiskan akhir tahun bersama keluarga di kota yang penuh kesan ini.
Dalam rangka pergantian tahun, beberapa pertunjukan akan digelar di Kota Yogyakarta. Beberapa titik tempat di Kota Yogyakarta diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan masyarakat Kota Yogyakarta maupun wisatawan-wisatawan yang sedang berada di Kota Yogyakarta untuk menghabiskan malam tahun barunya di kota budaya ini.
Pergelaran tampaknya tetap terpusat di seputaran titik nol kilometer di kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta. Di Plaza SO 1 Maret akan digelar pertunjukan yang lain dari pada yang lain. Jika biasanya perhelatan malam tahun baru dihiasi dengan seni kontemporer atau seni modern, maka di SO 1 Maret akan digelar seni yang bernaunsa tradisional modern. Tampilan yang akan mengkolaborasikan seni tradisi, kecanggihan peralatan, maupun koreografi kontemporer ini berlangsung mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB. Pergelaran yang akan menampilkan Gamelan Gaul, Barongsai, Jathilan, Dolanan Anak, Natya Lakshita, dan kolaborasi keroncong – karawitan – teater – pedalangan – tari ini akan menjadi suguhan alternatif pergelaran-pergelaran malam tahun baru yang biasanya bernuansa kontemporer. Dengan menampilkan potensi lokal Kota Yogyakarta, diharapkan tematik pembangunan tahun 2008 yang mengusung Pariwisata Berbasis Budaya dapat ditutup dengan menampilkan potensi seni budaya lokal yang telah
dibina mulai tahun 2007 oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Pergelaran di Plaza SO ini hasil kerja bareng Kamar 8 yang didukung sepenuhnya oleh Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Yogyakarta.
Pada saat yang sama di Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta juga digelar Pentas Musik yang menampilkan Band Kobe. Pergelaran yang dimulai pada jam 19.00 WIB ini juga akan berakhir pada saat tengah malam dengan pesta kembang api. Di Mandala Krida seperti tahun-tahun sebelumnya, juga digelar Nigh Race yang menampilkan race kendaraan roda dua. Race ini akan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan pada saat pergantian tahun akan digelar pesta kembang api yang cukup spektakuler.
Sebagaimana telah diketahui bahwa pada tanggal 23 Desember yang lalu, Komunats Conthong dengan Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Kethoprak Eksel yang menampilkan pejabat-pejabat Pemerintah Kota Yogyakarta dan jajaran Muspida. Kethoprak dengan judul Wahyu Keprabon ini dudukung oleh Walikota, Wakil Walikota, Ketua dan anggota DPRD, dan pemain-pemain profesional lainnya. Sebagai komitmen untuk melestarikan seni tradisi
dalam tayangan media, maka gelaran kethoprak ini akan ditayangkan di Jogja TV pada tanggal 31 Desember 2008 pukul 20.00 – 21.00 WIB dan tanggal 1 Januari 2009 pukul 14.00 – 16.00 WIB. Tayangan ini diharapkan akan menjadi tontonan alternatif bagi masyarakat Kota Yogyakarta dan wisatawan dalam menghabiskan liburan bersama keluarga.
Di samping itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga memfasilitasi beberapa pentas seni di wilayah yaitu di Kotabaru dan Lempuyangan. Di Kotabaru digelar pergelaran wayang kulit semalam suntuk sementara di Lempuyangan digelar pentas yang menampilkan potensi seni wilayah.
Beberapa gelaran yang dilaksanakan pada malam tahun baru, baik yang bernuansa tradisional maupun modern, pada dasarnya semakin menguatkan posisi Kota Yogyakarta sebagai kota wisata yang kondusif bagi perkembangan seni dan budaya lokal. Hingar bingar malam tahun bari saat ini tidak akan terkonsentrasi pada satu titik namun diupayakan untuk disebar di beberapa titik. Hal ini menghindarkan kemacetan dan kerawanan keamanan di samping juga memberikan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan.
Artikel Terkait:
- Agenda Panggung Kesenian PMPS 2010 (166 kali)
- Gebyar Budaya Nusantara Meriahkan Malam di Tamansari (300 kali)
- Festival Malioboro Jadi Ikon Baru Yogyakarta (406 kali)
- Indonesia Promosikan Ekoturisme di Estonia (373 kali)
- Bidik Turis Rusia, Abang dan None Jakarta Diboyong ke Moskwa (275 kali)
- Yuk… ke Sanur Village Festival (12 kali)
- Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2009 (473 kali)
- Spektakuliner Festival Kuliner 2009 (398 kali)
- Wisman Pun Terlibat Festival Joget Bumbung (365 kali)
- Ritual Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo Siap Digelar (337 kali)






No comments yet.