Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta gelar Workshop Panatacara
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta pada tanggal 2 sampai dengan 4 Juni 2009 menyelenggarakan worksop Panatacara yang bertajuk “Sebuah upaya untuk melestarikan dan meningkatkan ketrampilan budaya Jawa pada masyarakat Kota Yogyakarta“. Workshop yang berlangsung di Taman Budaya tersebut antusias diikuti 125 peserta yang berasal dari kalangan mulai dari paguyuban kesenian, karang taruna, Dimas Diajeng Jogja dan juga peserta umum.
Pada acara yang dibuka oleh Ka. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Hadi Muhtar, SE. MM disampaikan berbagai materi antara lain tentang wawasan ungah-unguh budaya Jawa, nilai-nilai filosofi tata upacara pengantin gaya Yogyakarta, termasuk gaya penyajian dan pemilihan kosakata(antawecana) serta tata rakit upacara tersebut. Selain materi-materi tersebut juga disampaikan materi tentang etika dan komunikasi dalam upacara pengantin serta pengenalan iringan dan busana dalam upacara pengantin Gaya Yogyakarta. Bertindak sebagai pemateri sosok-sosok yang sudah terkenal dalam bidang ini antara lain RM Dinusatomo, BA, M Habib Bari, Lies Andang, Kinting Handoko, Ign. Wahono.
Dalam salah satu materi yaitu Upacara perkawinan gaya yogyakarta dijelaskan secara detaila memngenai rangkaian upacara-upacara dalam prosesi perkawianan tersebut. Mulai dari upacara Tarub, Nyantri, Siraman, Ngerik, Midadareni, Ijab, serta upacara Panggih baik runtutan maupin detail pelaksanaan tiapa upacara serta uba rampe yang diperlukan..
Penyelenggarakan workshop Panatacara ini menanggapi banyaknya permintaan serta usulan dari berbagai kalangan masyarakat tentang pentingnya pengetahuan tentang panatacara gaya yogyakarta yang berasal dari sumber yang benar sehingga kelestarian budaya dalam bentuk upacara pengantin gaya Yogyakarta dapat lestari dan tidak hilang ditelan jaman. Diharapkan nantinya dengan terselengaranya workshop ini akan mampu memberikan wawasan dan ketrampilan yang mumpuni sesuai dengan unggah-ungguh budaya yang berlaku di Yogyakarta bagi mereka selama ini berprofesi sebagai panata ara maupun yang ingin masuk dalam profesi ini.
Baca juga:
- Gebyar Budaya Nusantara Meriahkan Malam di Tamansari (1023 kali)
- SMAN 1 Wonosari Gelar Pekan Seni Budaya (70 kali)
- Festival Malioboro Jadi Ikon Baru Yogyakarta (1171 kali)
- Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2009 (4271 kali)
- Pentas Klangenan Jogja (850 kali)
















No comments yet.