Home » Jogja Event » Dimas Diajeng Main Kethoprak Di Taman Budaya

Dimas Diajeng Main Kethoprak Di Taman Budaya

Pustaka Raja Kraton Pejajaran mengatakan, bahwa siapa yang akan mewarisi Tahta Pejajaran harus mempunyai Prameswari . Itu syarat mutlak yang tidak bisa dirubah. Raden Banyak Cotro putra Mahkota pewaris tunggal Kraton Pejajaran pun tetap harus mencari sisihan yang cocok untuk menjadi Prameswari. Sebagai syarat penerima Tahta dengan petunjuk Dewi Urang Ayu pepunden yang sangat dipercaya oleh semua kerabat Kraton menyarankan, untuk bisa mendapakan wanita yang jadi harapanya agar Banyak Cotro menyamar kawula dan mengabdi di kepatihan kadipaten Pasirluhur dengan berganti nama Kamandoko. yang akhirnya menjadi anak angkat Patih Reksonoto, maka dari situlah Kamandoko bertemu dengan Ciptaroso putri Pasir Luhur yang sedang pesiar dikali Logawa.

Maka Cinta pun bersemi dilokasi pesiar. Prabu Siliwangi kuatir atas kepergian Raden Banyak Cotro yang tidak diketahui kemana perginya dan lama tidak ada kabarnya, maka diutuslah Banyak Ngampar adik Raden Banyak Cotro untuk mencari di mana keberadaan Raden Banyak Cotro. Dengan petunjuk Dewi Urang Ayu pula Raden Banyak Ngampar menyamar kawula dan bergati nama Silih Warni menuju kadipaten Pasir Luhur .

Bagaimana ceritanya ? Ketemukah mereka ?

ini adalah cerita kethoprak dengan lakon ” Ciptoroso Cinlok” yang akan dimainkan Dimas Diajeng Jogja. Dimas dan Diajeng adalah sebutan untuk duta wisata dan budaya Jogja yang terpilih melalui proses yang panjang dan melibatkan pakar dalam bidangnya. Dimas dan Diajeng Jogja diharapkan dapat berperan sebagai tenaga pemasaran yang handal, media informasi dan promosi Jogja serta mempresentasikan anak muda Jogja yang muda, dinamis, dan berbudaya.

Dimas dan Diajeng diwadahi dalam Paguyuban Dimas Diajeng Jogja dengan banyak kegiatan didalamnya. Sebagai wadah apresiasi bagi generasi muda untuk berprestasi, mengaktualisasikan diri melalui kegiatan positif, membangun rasa cinta dan bangga terhadap budaya bangsa khususnya budaya Jawa, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai anak muda yang hidup di era modern yang berwawasan maju tetapi tetap menjunjung nilai-nilai budaya Jawa.

Salah satu kegiatan tersebut adalah pementasan Kethoprak Icon Jogja ini. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah ikon anak muda Jogja yang cerdas, kreatif, berwawasan modern, berpikiran positif, peka terhadap lingkungan sosial budaya namun tetap mengutamakan jati diri lokal. Terima kasih kepada Komunitas Tjonthong yang telah mengajak Dimas Diajeng untuk bersama-sama menghargai dan mencintai budaya ditengah dinamisasi kehidupan atas nama modernitas.


Artikel Terkait:



Tentang Artikel Ini
Oleh matarama on Jun 23rd, 2009 pada kategori Jogja Event. Anda dapat berlangganan artikel melalui link berikut ini RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan komentar melalui formulir berikut atau Pelacakan atas tema ini dari situs Anda

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (*)
E-mail (*)
URI
Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post