<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Matarama Service Point</title>
	<atom:link href="http://www.matarama.co.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.matarama.co.id</link>
	<description>Travel Agent</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 15:56:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
<image>
<link>http://www.matarama.co.id</link>
<url>http://www.matarama.co.id/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-13.ico</url>
<title>Matarama Service Point</title>
</image>
		<item>
		<title>Malioboro &#8220;Diserbu&#8221; Naga</title>
		<link>http://www.matarama.co.id/jogja-event/malioboro-diserbu-naga.html</link>
		<comments>http://www.matarama.co.id/jogja-event/malioboro-diserbu-naga.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 15:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matarama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja Event]]></category>
		<category><![CDATA[Cap Go Meh]]></category>
		<category><![CDATA[Malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[Naga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.matarama.co.id/?p=2946</guid>
		<description><![CDATA[Tepat pada malam perayaan Cap Go Meh atau tanggal 15 bulan pertama, Tahun Baru Naga, belasan naga &#8220;menyerbu&#8221; kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (6/2/2012). Kawasan Jalan Malioboro yang menjadi ikon wisata Kota Yogyakarta menjadi ramai dan meriah, karena serbuan naga tersebut mendatangkan belasan ribu warga untuk menyaksikannya secara langsung. Serbuan naga itu terjadi dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tepat pada malam perayaan Cap Go Meh atau tanggal 15 bulan pertama, Tahun Baru Naga, belasan naga &#8220;menyerbu&#8221; kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (6/2/2012).</p>
<p>Kawasan Jalan Malioboro yang menjadi ikon wisata Kota Yogyakarta menjadi ramai dan meriah, karena serbuan naga tersebut mendatangkan belasan ribu warga untuk menyaksikannya secara langsung. Serbuan naga itu terjadi dalam kegiatan &#8220;Jogja Dragon Festival&#8221; yang digelar sebagai puncak acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) VII.</p>
<p>Ketua Panitia PBTY VII Tri Kirana Muslidatun mengatakan Jogja Dragon Festival baru digelar untuk pertama kali. &#8220;Kebetulan tahun ini adalah Tahun Naga Air,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia berharap, kegiatan PBTY yang rutin digelar setiap tahun selama tujuh tahun terakhir itu, akan menjadi kegiatan perayaan Imlek yang cukup besar, dan menempatkan Yogyakarta berada di bawah Singkawang, Kalimantan Barat, serta Medan, Sumatera Utara.</p>
<p>Sejak dari start di Taman Parkir Abu Bakar Ali hingga finish di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, warga tumpah ruah memadati trotoar serta ruas jalan untuk melihat atraksi belasan Naga Barongsai.</p>
<p>Di Titik Nol Kilometer, sebanyak 12 peserta &#8220;Jogja Dragon Festival&#8221; mencoba menampilkan keunikan masing-masing untuk meraih simpati juri dan tampil sebagai pemenang dalam festival itu.</p>
<p>Masing-masing peserta memperoleh waktu lima menit untuk menampilkan kebolehan mereka di hadapan dewan juri, serta di hadapan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan sejumlah pejabat lain. Pemenang dari festival Naga Barongsai tersebut berhak menerima Piala Raja serta hadiah berupa uang tunai dengan total Rp 27 juta.</p>
<p>Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, kegiatan PBTY ke-7 tersebut akan menjadi kegiatan budaya yang bisa mendatangkan wisatawan ke Kota Yogyakarta. &#8220;Kegiatan ini tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan wisatawan itu sendiri. Wisata di Kota Yogyakarta ini tidak hanya what to see, what to eat, what to buy, tetapi juga what to do,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain diikuti oleh tim dari berbagai kota yang mengikuti Jogja Dragon Festival, dalam penutupan PBTY VII tersebut juga tampil sejumlah kelompok dan paguyuban warga Tionghoa di Yogyakarta. Salah satunya adalah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Yogyakarta menampilkan replika kapal Laksamana Cheng Ho. Di awal kirab, serta replika Naga Laut Hai Long Wang membagi-bagikan kue-kue keranjang kepada penonton yang berdiri di tepi jalan.</p>
<p>Di barisan akhir, tampil naga terpanjang yang dimiliki Kota Yogyakarta yaitu dengan panjang 130,6 meter.</p>
<p>Selain di Jalan Malioboro, kemeriahan penutupan PBTY VII tersebut juga terjadi di Jalan Ketandan dengan pementasan ketoprak dari Didik Nini Thowok yang membawakan cerita Sam Pek Eng Tay. Di Titik Nol Kilometer, acara penutupan PBTY VII diakhiri dengan pesta kembang api yang disambut meriah oleh ribuan penonton yang sabar menonton acara sejak awal hingga akhir.</p>
<p>Source: bisnis.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.matarama.co.id/jogja-event/malioboro-diserbu-naga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penutupan PMPS 2012</title>
		<link>http://www.matarama.co.id/jogja-event/penutupan-pmps-2012.html</link>
		<comments>http://www.matarama.co.id/jogja-event/penutupan-pmps-2012.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 08:53:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matarama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja Event]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[PMPS]]></category>
		<category><![CDATA[sekaten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.matarama.co.id/?p=2943</guid>
		<description><![CDATA[Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2012 telah terselenggara dengan lancar, aman dan sukses. Sebagai jawaban atas keinginan melestarikan tradisi budaya bangsa yang masih melekat sekaligus memberdayakan berbagai potensi ekonomi lokal. Segala usulan dari masyarakat selama penyelenggaraan hendaknya dijadikan usulan untuk perbaikan pelaksanaan tahun berikutnya. Demikian ungkap Staf Ahli Bidang Ekonomi dan pembangunan, Hadi Mochtar,SE,MM dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2012 telah terselenggara dengan lancar, aman dan sukses. Sebagai jawaban atas keinginan melestarikan tradisi budaya bangsa yang masih melekat sekaligus memberdayakan berbagai potensi ekonomi lokal. Segala usulan dari masyarakat selama penyelenggaraan hendaknya dijadikan usulan untuk perbaikan pelaksanaan tahun berikutnya. Demikian ungkap Staf Ahli Bidang Ekonomi dan pembangunan, Hadi Mochtar,SE,MM dalam sambutan sekaligus menutup PMPS 2012 pada acara ceremonial hari Minggu (5/2) bertempat di Pagelaran Kraton Yogyakarta.</p>
<p>Dalam laporan Ketua Umum Panitia PMPS 2012, Asisten Administrasi Umum, Eko Suryo Maharsono mengungkapkan bahwa Sekaten dengan berbagai prosesi budayanya masih menjadi daya tarik yang tinggi masyarakat. Selain sebagai sarana nguri-uri kebudayaan juga digunkan untuk syiar agama islam dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam penyelenggaraan jika masih ada yang belum sempurna akan diperbaiki tahun depan.</p>
<p>Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X yang telah mengijinkan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menggunakan Kagungan nDalem Alun-alun Utara sebagai ajang PMPS 2012 dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya PMPS 2012. Demikian Eko Suryo dalam laporannya.</p>
<p>Setelah acara penutupan, sebagai bentuk apresiasi masyarakat yang turut tampil dibagikan hadiah kepada para pemenang Parade Ketoprak, Parade Keroncong, Parade Busana Muslim dan Parade Potensi Ekonomi Wilayah. Selah itu juga digelar Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang Mas Bekel Cermo Hesti dengan lakon Noroyono Jumeneng Ratu.</p>
<p>Source: JogjaKota.go.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.matarama.co.id/jogja-event/penutupan-pmps-2012.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Walikota Lepas Jalan Sehat Peringati 80 Tahun Karya Sang Timur</title>
		<link>http://www.matarama.co.id/jogja-event/walikota-lepas-jalan-sehat-peringati-80-tahun-karya-sang-timur.html</link>
		<comments>http://www.matarama.co.id/jogja-event/walikota-lepas-jalan-sehat-peringati-80-tahun-karya-sang-timur.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 08:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matarama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja Event]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.matarama.co.id/?p=2940</guid>
		<description><![CDATA[Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti melepas peserta gerak jalan sehat dalam rangka peringatan syukur dasa windu atau 80 tahun komunitas Suster Sang Timur (Congregasi PIJ) berkarya di Indonesia. Start dan finish gerak jalan sehat yang diikuti sekitar 2000 peserta ini digelar di kompleks persekolahan Sang Timur jalan Batikan Umbulharjo Yogyakarta, Minggu, (05/02/2012). Dalam sambutannya, Walikota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti melepas peserta gerak jalan sehat  dalam rangka peringatan syukur dasa windu atau 80 tahun komunitas Suster  Sang Timur (Congregasi PIJ) berkarya di Indonesia. Start dan finish gerak jalan sehat yang diikuti sekitar 2000 peserta  ini digelar  di kompleks persekolahan Sang Timur jalan Batikan Umbulharjo Yogyakarta, Minggu, (05/02/2012).</p>
<p>Dalam sambutannya, Walikota H. Haryadi mengajak komunitas Sang Timur untuk memberikan manfaat  yang seluas-luasnya bagi masyarakat dengan karya-karyanya. Kebersamaan yang telah terjalin selama ini antara komunitas dan masyarakat perlu terus dijaga. Menurut Haryadi, kebersamaan Komunitas dengan warga sekitar dan Yogyakarta mencerminkan kerukunan  yang selalu dibina dan dikembangkan di tengah masyarakat.  Dirinya berpesan agar komunitas Sang Timur menunjukkan diri kepada masyarakat dengan karya-karya nyata dalam kebersamaan yang memberi warna dalam hidup bertoleransi.</p>
<p>Wulan salah seorang  anggota panitia menjelaskan untuk memperingati 80 tahun  komunitas Suster Suster Sang Timur berkarya di Indonesia, semua sekolah yang berada dalam naungan komunitas ini mengadakan berbagai rangkaian kegiatan dengan melibatkan  para masyarakat .  Wulan berharap  kegiatan  ini  dapat memberi pemahaman kepada masyarakat umum akan karya-karya yang telah dilakukan komunitas Sang Timur.  “Kami memang melibatkan banyak warga masyarakat  agar karya yang telah kami kerjakan selama ini bisa dikenal masyarakat dengan harapan masyarakat dapat terlibat juga didalam karya – karya kami,” ujar Wulan. </p>
<p>Wulan menjelaskan komunitas Sang Timur selama 80 tahun ini telah benyak berkecimpung di dunia pendidikan, kesehatan, dan pembinaan kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus.  Komunitas Sang Timur telah menyebar di 33 tempat di Indonesia. Untuk peringatan ke-80 tahun Karya Sang Timur  ini  panitia  menggelar  berbagai kegiatan  yang diawali dengan gerakan  ‘go green’ yakni dengan pemilahan sampah dan penghijauan di lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan lain seperti jalan sehat, lomba mewarnai dengan tema lingkungan, gerak dan lagu, fashion show, seminar untuk pendidikan karakter dalam keluarga ikut mewarnai rangkaian peringatan ini.  Sedangkan puncak kegiatan, akan diadakan perayaan misa syukur dan pentas seni. </p>
<p>Pelepasan gerak jalan sehat  ini ditandai dengan pengangkatan bendera star oleh Walikota Yogyakarta didampingi suster kepala sekolah SDK Sang Timur  Sr. Marsela,  PIJ, dan ketua yayasan Sang Timur. </p>
<p>Source: JogjaKota.go.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.matarama.co.id/jogja-event/walikota-lepas-jalan-sehat-peringati-80-tahun-karya-sang-timur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PT KAI: Stop Smoking on Board Trains or Else</title>
		<link>http://www.matarama.co.id/news/pt-kai-stop-smoking-on-board-trains-or-else.html</link>
		<comments>http://www.matarama.co.id/news/pt-kai-stop-smoking-on-board-trains-or-else.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 04:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matarama</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.matarama.co.id/?p=2936</guid>
		<description><![CDATA[State railway operator PT Kereta Api has launched a campaign to familiarize passengers with the smoking ban on board its trains, effective March 1. Gatut Widagdo of the company’s East Java chapter said Monday that passengers who violate the ban would be forced to disembark at the next station and will have their tickets voided. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>State railway operator PT Kereta Api has launched a campaign to familiarize passengers with the smoking ban on board its trains, effective March 1.</p>
<p>Gatut Widagdo of the company’s East Java chapter said Monday that passengers who violate the ban would be forced to disembark at the next station and will have their tickets voided. Gatut said the ban would be applied in all class carriages, and that the company had printed the new policy on ticket stubs.</p>
<p>“Currently, we only reprimand passengers who smoke on board the train, but starting March, we will directly impose the sanction to violators,” Gatut was quoted as saying by Kompas.com.</p>
<p>Source: Kompas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.matarama.co.id/news/pt-kai-stop-smoking-on-board-trains-or-else.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Gunungan Gerebek Maulud Keraton Yogyakarta Jadi Rebutan Warga</title>
		<link>http://www.matarama.co.id/jogja-event/7-gunungan-gerebek-maulud-keraton-yogyakarta-jadi-rebutan-warga.html</link>
		<comments>http://www.matarama.co.id/jogja-event/7-gunungan-gerebek-maulud-keraton-yogyakarta-jadi-rebutan-warga.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 07:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matarama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja Event]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan Gerebek Maulud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.matarama.co.id/?p=2929</guid>
		<description><![CDATA[Keraton Yogyakarta menggelar acara tradisi Gerebek Maulud Tahun Wawu 1945 berdasarkan penanggalan Jawa atau bertepatan dengan hari ini, Minggu (5/2/2012). Sebanyak tujuh gunungan yang merupakan hajat dalem atau berkah dalem Keraton Yogyakarta, jadi rayahan atau rebutan ribuan warga. Ketujuh gunungan terdiri dari 3 gunungan kakung dan satu gunungan putri, satu gunungan gepak, satu gunungan darat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keraton Yogyakarta menggelar acara tradisi Gerebek Maulud Tahun Wawu 1945 berdasarkan penanggalan Jawa atau bertepatan dengan hari ini, Minggu (5/2/2012). Sebanyak tujuh gunungan yang merupakan hajat dalem atau berkah dalem Keraton Yogyakarta, jadi rayahan atau rebutan ribuan warga.</p>
<p>Ketujuh gunungan terdiri dari 3 gunungan kakung dan satu gunungan putri, satu gunungan gepak, satu gunungan darat, dan satu gunungan pawuhan. Barang-barang tersebut diperebutkan di tiga tempat berbeda, yakni di halaman Masjid Besar Kauman, Kadipaten Pura Pakualaman, dan kompleks Kantor Gubernur DIY di Kepatihan.</p>
<p>Sebanyak lima gunungan yakni satu gunungan kakung, putri, gepak, darat, dan pawuhan di perebutkan di Masjid Besar Kauman. Sedangkan satu gunungan kakung diperebutkan di Pura Pakualaman dan satu gunungan kakung di Kepatihan.</p>
<p>Prosesi Gerebek Mulud ini merupakan puncak perayaan sekaten untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebelum acara dimulai, ribuan warga sudah memadati sekitar Alun Alun Utara dan Masjid Besar Kauman.</p>
<p>Sebelum gunungan keluar, dimulai acara kirab prajurit keraton yang dipimpin manggalayudha prajurit yang juga adik Sultan HB X, GBPH Yudhaningrat. Satu persatu prajurit mulai dari Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Ketanggung, Prawirotama, Mantrijero, Nyutro dan Jagakarya keluar menuju pagelaran keraton melalui Siti Hinggil.</p>
<p>Ketujuh gunungan keluar dengan dikawal prajurit Bugis, Surakarta serta prajurit Lombok Abang dan Plangkir dari Pakualaman. Saat gunungan keluar, dilakukan penghormatan dengan tiga kali tembakan salvo ke udara.</p>
<p>Lima gunungan dibawa menuju Masjid Besar Kauman. Warga pun antusias untuk merayah gunungan tersebut. Saat gunungan didoakan oleh penghulu masjid, petugas keamanan sudah meminta warga tertib. Gunungan baru boleh dirayah setelah doa usai. Begitu doa selesai dipanjatkan warga langsung berebut merayah gunungan yang terbuat dari aneka hasil bumi dan sayuran itu.</p>
<p>Dua gunungan lagi, yakni satu gunungan di bawa menuju Kepatihan dengan dikawal pasukan gajah dan prajurit Bugis dan para abdi dalem Keprajan Sipat Bupati. Satu gunungan lagi di kawal prajurit Lombok Abang dan Plangkir menuju Puro Pakualaman.</p>
<p>Dua gunungan yang diperebutkan di Pura Pakualaman dan Kepatihan itu merupakan simbol bersatunya Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Pura Pakualaman, dan Kepatihan yang merupakan pusat pemerintahan Yogyakarta.</p>
<p>Source: DetikNews</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.matarama.co.id/jogja-event/7-gunungan-gerebek-maulud-keraton-yogyakarta-jadi-rebutan-warga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.324 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-07 02:21:59 -->
<!-- Compression = gzip -->
